Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Harga Naik, Pengecer Elpiji di Cepiring Rela Antre Berjam-jam

Harga Naik, Pengecer Elpiji di Cepiring Rela Antre Berjam-jam

Salah seorang pengecer elpiji sedang antri. Foto: Metro Jateng/MJ-01
Salah seorang pengecer elpiji sedang antri. Foto: Metro Jateng/MJ-01

KENDAL – Deretan puluhan pengecer gas Elpiji ukuran 3 kilogram hampir setiap sore terlihat di SPBU 44.513.21 jalan raya Cepiring-Gemuh. Mereka rela menunggu berjam-jam agar mendapatkan jatah pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram yang mulai merangkak naik. Kenaikan harga elpiji di sejumlah agen sudah mulai naik, sejak harga BBM dinaikan pemerintah beberapa waktu yang lalu.

Akibatnya harga elpiji  3 kilogram  mencapai Rp 20 ribu per tabung, sedangkan  harga dari agen hanya sudah mencapai Rp 16.500 per tabung. Tiap harinya, pasokan elpiji melon di SPBU ini sekitar 260 tabung.  Para pengecer sudah berdatangan ke SPBU ini sejak pukul 13.00 WIB, padahal pengirim dari agen baru datang sekitar pukul 15.00 WIB.

Agar kebagian jatah  mereka menuliskan nama sekaligus jumlah elpiji yang hendal dibeli pada sebuah kertas absen yang disediakan agen. Salah seorang pengecer, M Mukhlisin, warga Puguh Kecamatan Pegandon mengatakan bahwa pasokan elpiji melon tidak ada masalah, tiap harinya 260 tabung. Namun, bagi pengecer biasanya paling banyak dapat membeli sekitar 5 sampai 10 tabung dari agen.

“Dapatnya tergantung, karena jumlah pengecer yang mengambil di agen sini tidak bisa dipastikan. Rata-rata dapatnya 5 sampai 10 tabung tiap harinya. Saya sendiri mengambilnya dua hari sekali,” katanya.

Biasanya, dia menjual ke pelanggan dengan harga Rp19 ribu. Namun, diakuinya, di tingkat pengecer terjadi variasi harga penjualan. Hal itu dikarenakan beberapa faktor diantaranya adanya persaingan antar pengecer, dan jarak tempuh lokasi penjualan eceran dari pengambilan di agen.

“Jadi, ada yang menjualnya rendah supaya lebih laris, sehingga terjadi perbedaan harga. Selain itu, ada wilayah yang jauh dari agen, membuat pengecer menaikkan harga untuk ongkos pengambilan, malahan sampai Rp 20 ribu. Kalau saya standar saja yakni Rp19 ribu,” lanjutnya.

Supervisor SPBU 44 513 21 Gemuh, Ahmad Syaifudin, menyampaikan bahwa pengecer yang menjadi langganan tetap di SPBU setempat hanya sekitar tiga orang, namun, tiap harinya ada sekitar 30 sampai 40 pengecer yang mengambil elpiji melon.

“Yang tetap hanya sedikit, yang lain datang tidak tentu. Kadang bisa dua atau bahkan seminggu sekali. Harga elpiji melon dari sini Rp16.500 per tabung, mulanya Rp16.000. Mulai naik beberapa pekan lalu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi mengantisipasi banyaknya pengecer, menurutnya, pasokan elpiji melon tersebut dibagi rata. Namun, khusus bagi pelanggan tetap diberikan berapapun jumlah yang ada dibeli.

“Kalau yang sudah langganan dan fokus mengambilnya di sini, kami persilakan mau mengambil berapapun. Sedangkan yang lain, biasanya 5 sampai 10 tabung,” tandasnya. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Hadapi Natal dan Tahun Baru, TPID Gelar Operasi Pasar di 58 Titik

Share this on WhatsApp SEMARANG- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar …

Silakan Berkomentar