Home > JATENG RAYA > METRO KEDU > Harga Elpiji Naik, Pengusaha Vulkanisir Ban Menjerit

Harga Elpiji Naik, Pengusaha Vulkanisir Ban Menjerit

Pengusaha vulkanisir ban di Kabupaten Magelang mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji 12 kg yang membuat pemasukan mereka berkurang. Foto Metrojateng
Pengusaha vulkanisir ban di Kabupaten Magelang mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji 12 kg yang membuat pemasukan mereka berkurang. Foto Metrojateng
MUNGKID– Kenaikan harga gas elpiji ukuran 12 kg per 10 September lalu membuat pengusaha ban vulkanisir menjerit. Di sisi lain biaya produksi meningkat namun mereka tak berani menaikkan harga produknya.
Sebagaimana diketahui, gas elpiji 12 kilogram dinaikkan dari Rp 92.800 menjadi Rp 114.300.  Satu tabung elpiji ukuran 12 kg, hanya bisa menghasilkan 6 biji ban mobil,” kata Bambang pemilik usaha Vulkanisir Ban Madu Trisno Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Sedang harga setiap ban hasil vulkanasirannya, disesuaikan dengan kualitas karet yang digunakan. Jika kualitas bagus, harganya tentu lebih tinggi. Seperti untuk ukuran ban 750 x 16 dengan karet kualitas bagus, bisa mencapai Rp 380 ribu. “Kalau menggunakan karet kualitas sedang, harganya hanya Rp 360 ribu per biji,” imbuh Sutrisno, salah satu pekerjannya.
Meski demikian, mereka mengaku tidak bisa menaikkan harga ban hasil vulkanasirannya, meski harga elpiji 12 kg sebagai bahan bakarnya sudah naik. Hal itu dilakukan, karena takut pelanggannya akan beralih ke tempat lain. “Ya mau bagaimana lagi. Untuk saat ini kami masih menunggu sambil melihat tempat lain apa sudah menaikkan harga atau belu. Jika sudah, kami tentu juga akan menaikkan harga,” kata Bambang. (MJ-14)

Ini Menarik!

Petugas Keamanan Karaoke Tewas Ditikam Pengunjung

Share this on WhatsApp      MAGELANG – Joko Wahartono (57), seorang petugas keamanan karaoke …

Silakan Berkomentar