Home > Uncategorized > Harga Daging Sapi di Kabupaten Semarang Masih Tinggi

Harga Daging Sapi di Kabupaten Semarang Masih Tinggi

Ilustrasi daging sapi. Foto Metro/MS-05
Ilustrasi daging sapi. Foto Metro/MS-05

UNGARAN- Harga daging sapi di Kabupaten Semarang berangsur turun, pascalibur Lebaran. Namun demikian, harganya masih tetap tinggi. Sedangkan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang sebelumnya naik, juga kembali normal.

Pantauan di Pasar Bandarjo Ungaran, harga kepokmas (kebutuhan pokok masyarakat) mulai turun seperti lombok sret dari harga Rp 24-25 ribu per kilogram turun menjadi Rp 18 ribu.  Untuk harga Rp 20-21 ribu per kilogram saat ini turun menjadi Rp 16 ribu. Sementara itu untuk harga beras dan gula cenderung stabil pada kisaran Rp 6.500-8.000 per kilogramnya.

Harga daging sapi juga beranjak turun dari Rp 120 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Harga ini masih tergolong tinggi bila dibanding sebelumnya yang berkisar Rp 70-80 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, Moch Natsir menyatakan kenaikan saat Lebaran itu terjadi karena sentimen pasar. Sebab tingkat pembelian kebutuhan bahan pokok sangat banyak. Sehingga terjadi kenaikan harga tersebut. Namun setelah lebaran harga berangsur-angsur turun dan normal kembali setelah selesai syawalan (seminggu setelah lebaran).

“Harga terakhir pada minggu ini kita belum cek hasil surveinya. Tetapi tren harga kepokmas akan berangsur turun setelah Lebaran dan harga tersebut akan kembali normal usai syawalan (Senin (4/8),” kata Moch Natsir, Rabu (6/8).

Sulastri (42) pedagang sayuran di Pasar Bandarjo menuturkan, harga bahan pokok yang stabil selama lebaran hingga saat ini adalah beras, gula dan minyak goreng. “Harga sayur mayur sudah mulai turun. Cabai yang semula sampai Rp 24-25 ribu sekarang turun Rp 18 ribu. Diperkirakan harga itu akan terus turun hingga kisaran Rp 16-14 ribu,” ujarnya. (MS-14)

Ini Menarik!

PKL Resmi di Semarang Akan Diberikan Kartu Anggota

Share this on WhatsApp SEMARANG – DPRD Kota Semarang sedang berusaha membuat peraturan yang mengatur …

Silakan Berkomentar