Harga Daging Ayam Tinggi, Omzet Pedagang Turun 20 Persen

BANYUMAS – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas, melakukan peninjauan harga daging ayam di sejumlah pedagang di Pasar Wage Purwokerto, Jumat (20/7). Hasil dari peninjauan di pasaran, harga daging ayam sudah tembus hingga Rp 42 ribu.

Tim TPID Banyumas memantau harga daging ayam di Pasar Wage Purwokerto. Foto: metrojateng.com

Menurut sejumlah pedagang daging ayam, harga tersebut naik, dikarenakan langkanya stok barang dari peternak. Selain itu, karena naiknya pakan ayam.

Salah seorang pedagang, Sirun (45) mengungkapkan kenaikan harga daging ayam tersebut membuatnya alami kerugian. Bahkan, omzet dagangannya menurun hingga 20 persen.

“Kenaikan sudah hampir dua bulan, harganya sekarang 42 ribu. Pembeli sepi, dan omzet saya menurun. Biasa habis 6 kuintal, sekarang hanya bisa jual 4 kuintal,” ujarnya.

Sirun menambahkan, kenaikan harga daging ayam yang sudah terjadi pasca lebaran ini juga dipicu karena permintaan dari masyarakat. “Pesanan buat hajatan naik, terus harga pakan juga naik,” katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Banyumas, Pardiyono mengungkapkan dari hasil peninjauan harga di lapangan, Tim TPID menemukan kenaikan harga yang signifikan. “Setelah kita cek harga di sejumlah pedagang sangat tinggi, dari 40 ribu hingga 42 ribu rupiah,”

Namun, lanjutnya, setelah melakukan pengecekan ke sejumlah pedagang dan distributor ternyata ditemukan ada pola kemitraan. “Jadi semua peternak disuplay dari bibit sampai pakan dengan kontrak kerja tertentu degan harga yang dikendalikan oleh pemilik modal,” ujarnya.

Hal itu, lanjut Pardiyono, membuat masyarakat tidak bisa beli langsung kepada pemilik barang. Konsumen, hanya bisa membeli dengan sistem delivery order.

“Ada mata rantai yang cukup panjang hingga konsumen. Disini kita temukan tingkat pertama harga di dari Rp 21 ribu sampai Rp 22 ribu lalu dibersihkan dan dijual oleh kemitraan dengan harga Rp 26 ribu,” katanya.

Pardiyono menambahkan, kemitraan yang menjual ke para pedagang, harus bayar cash. “Setelah ini kita akan kaji, sebetulnya berapa jauh mata rantainya. Fakta di lapangan, ditemukan seperti itu, pakan naik, DO naik,  benihnya naik 6 ribu sampai 9 ribu,” pungkasnya (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 80 = 85

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.