Beranda JATENG RAYA Hanya Tiga Kasus Diungkap BNN Kendal

Hanya Tiga Kasus Diungkap BNN Kendal

39
0
Jajaran BNN Kendal. (foto: metrojateng.com/Muhamad Masrukhin)

 

KENDAL – Selama kurun waktu tahun 2017, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.  Jumlah tersebut mengalami penurunan drastis dibanding 2016 yang berhasil mengungkap 16 kasus dengan 20 tersangka.

Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, mengatakan, tiga kasus itu terdiri atas dua pengedar sabu dan satu obat jenis daftar G. Sementara jumlah tersangka sebanyak tujuh orang dengan status dua karyawan, empat wiraswasta, dan satu pengangguran.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 2,16 gram sabu dan 958 butir pil trihex. ‘’Tiga kasus itu kejadian di Brangsong, Kaliwungu, dan Weleri. Satu kasus hasil penyidikan BNNK dan dua lainnya dilimpahkan ke Polres Kendal,’’ katanya dalam acara Press Release Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) BNNK Kendal, Rabu (20/12) pagi.

Ia menambahkan, untuk rehabilitasi, pihaknya melakukan rehabilitasi terhadap 11 orang. Jumlah itu juga mengalami penurunan signifikan dibanding tahun lalu sebanyak 36 orang pecandu. Ke-11 orang itu berstatus pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hingga kemarin, sebanyak empat orang masih dalam proses rehabilitasi.

‘’Sementara di bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, kami bekerja sama dengan pemkab memanfaatkan Taman Gajahmada sebagai taman pengetahuan narkoba. Di sana sebagai edukasi dan sarana penyampaian program P4GN,’’ tambahnya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kendal Sapto Nugroho, menambahkan, sejak awal Januari silam, pihaknya melaksanakan berbagai sosialisasi yang diikuti berbagai institusi mulai dari sekolah tingkat dasar hingga instansi dinas, kantor, badan, kecamatan, ormas.

Sosialisasi tersebut antara lain kampanye setop narkoba, pembentukan relawan, penyuluhan, hingga tes uji narkoba. ‘’Hasil tes narkoba satu orang positif, tetapi yang bersangkutan sedang menjalani terapi medis dengan resep dokter,’’ kata dia. (MJ-01)