Home > JATENG RAYA > Guyub Setu Mbengi Rumah Aksara Wilis Bersaudara

Guyub Setu Mbengi Rumah Aksara Wilis Bersaudara

pagelaran setu mbengi

HUJAN deras yang mengguyur seharian tidak melemahkan semangat sejumlah pekerja seni lintas disiplin untuk memberikan suguhan dalam Guyub Setu Mbengi yang diinisiasi oleh Rumah Aksara Wilis Bersaudara, Sabtu (28/1) malam.

Dibuka dengan penampilan kelompok hadrah Nada Cinta RA Nahdlotus Shibyan, cukup membuat penonton yang hadir berulangkali bertepuk tangan. Sebab, kelompok musik islami ini beranggotakan bocah-bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, yang beralamat Di Desa Jerukwangi Kecamatan Welahan.

Penonton semakin mendekat ke panggung meski hujan masih mengguyur, saat Wayang Tenda Nandang Wuyung tampil. Kelompok wayang kontemporer dari Semarang ini memang membawakan cerita anak. Sambil menahan dingin, penonton dibuat terpingkal oleh kelucuan kedua dalang Bagus Taufiqurrahman Dan Khotibul Umam.

Bahkan, susana semakin meriah saat Widya Nur Rohmad menampilkan pantomim, lengkap dengan make up dan kostum yang jenaka. Seniman muda yang pernah mengasah kemampuan aktingnya di Teater Asa ini mampu menyedot animo penonton.

Usai pantomim, penonton disuguhi pemutaran dua film karya Rumah Aksara Wilis Bersaudara bekerja sama dengan Silent Candle Production Kendal, yakni “Slankers Jatuh Cinta” dan “Ayo Dolan Cah”. Pembuatan film ini melibatkan remaja dan anak-anak Desa setempat. 

Selanjutnya, tak kalah menarik Teater Denyut MA Am Hidayah Grobogan menampilkan lakon “Kamit” yang disutradarai Amhal Kaifahmi. Kelucuan muncul saat sejumlah aktor harus berilangkali berimprovisasi karena terpeleset. Sebab, pertunjukan out door harus menghadapi air hujan.

Pagelaran seni yang selenggarakan di Desa Teluk Wetan RT 15 RW 2, Welahan, Jepara dipungkasi dengan penampilan musik diantaranya Godong Kates (Teater Asa), Tampa Nama (Teater Mimbar) dan Blacak Monday.

“Ini sebagai upaya memberikan hiburan yang bersifat edukatif. Sehingga kami memadukan kesenian lintas disiplin dengan beragam bentuk dan tema. Selain itu, penonton juga datang Dari lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua mereka,” ujar Wikha Setiawan, penggagas Rumah Aksara Wilis Bersaudara.

Pagelaran ini, papar dia, didukung oleh beberapa pihak diantaranya Slankers Independent Jepara, Silent Candle Production, Primakids Centre, dan anak-anak Desa Teluk Wetan.

Firmansyah Akhlis, anggota Slankers Independent Jepara mengaku memberikan dukungan karena kegiatan tersebut bernilai positif.

“Kami memiliki cukup banyak anggota. Mereka siap memberikan dukungan bagi yang sepaham. Selama ini, kami membantu Rumah Aksara Wilis Bersaudara,” tandasnya. (MJ-23)

Ini Menarik!

Menikmati Desa dari Bangunan Kolonial Hotel Garuda

Share this on WhatsApp   BERADA tak jauh dari Gunung Telomoyo, Hotel Garuda yang merupakan …

Silakan Berkomentar