Guru asal Mesir Tewas Misterius di Ponpes Pabelan

MAGELANG – Abdelaziz Mohamed Abdel Maksum saleh (55), guru di Ponpes Pabelan desa Pabelan kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, ditemukan meninggal dunia di kamar asrama yang dihuninya, Jumat (22/6) malam. Meninggalnya korban yang baru menghuni di ponpes ini sejak setahun lalu, tentu mengejutkan para santri.

Jasad tenaga pengajar asal Mesir saat ditemukan di dalam kamarnya. Foto: ch kurniawati

Korban merupakan guru bantuan dari negara Mesir yang tiba di Indonesia sejak 1 April 2017 lalu. Dia datang ke ponpes ini dalam rangka penugasan tenaga pengajar asing warga negara Mesir dari Universitas Al-Azhar selama 1 tahun.

Kapolsek Mungkid AKP Supriyanto menjelaskan, berdasarkan keterangan dari salah satu pengasuh Ponpes, Ahmad Zabidi, pada Selasa (19/6) sekitar pukul 19.00, korban masih menjadi imam salat Isya di masjid setempat.

Penemuan korban bermula saat warga yang hendak menjalankan salat Subuh, mencium bau busuk yang berasal dari kamar korban. Saat itu, warga tidak mengecek sumber bau tersebut.

Pada Jumat malam sekitar pukul 18.30 wib, Achmad Zabidi mengetahui pintu ruangan korban masih terkunci dari dalam. Sedangkan TV masih menyala. “Karena curiga, pak Achmad kemudian menemui Muhammad Mudzakir yang saat itu berada di balai desa Pabelan,” kata Supriyanto.

Keduanya kemudian menemui pimpinan Ponpes Pabelan, Ahmad Mustafa dab KH Ahmad Najib, menyampaikan kecurigaan. Bersama dengan dua orang santri, mereka kemudian ke kamar korban dan mendobrak pintu. Saat dibuka, diketahui kalau korban sudah meninggal dunia.

Petugas Polsek Mungkid  yang mendapat laporan segera mendatangi TKP bersama dengan petugas medis dan kepala Puskesmas Mungkid dr Hermanu. “Setelah dilakukan olah TKP dugaan sementara korban meninggal dunia sudah tiga hari yang lalu karena sakit,” jelasnya.

Dr. Hermanu mengatakan, hasil pemeriksaan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Guna penyelidikan lebih lanjut, korban dibawa menuju RS. Dr.Sarjidto Yogyakarta. (MJ-24)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 16 = 20

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.