Gunakan Gas Bersubsidi, 452 Usaha Non Mikro Langgar Aturan

Penjualan gas bersusidi. (foto: arsip metrojateng.com)
SEMARANG – Satgas Pangan Polda Jateng melakukan monitoring penggunaan gas bersubsidi 3 kilogram pada usaha non mikro di wilayah Jawa Tengah. Pada kegiatan tersebut, petugas mendapati 452 pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha dengan total 4.406 tabung gas 3 kilogram dalam kurun waktu sepakan terakhir.
“Kami melakukan sidak ke restoran besar, laundry, usaha menengah ke atas, dan lainnya yang tidak berhak menggunakan gas LPG bersubsidi 3 kg,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari saat dihubungi wartawan, Senin (8/1).
Sidak tersebut, lanjut Lukas, merupakan intruksi yang diberikan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. Sidak dilaksanakan sejak 30 Desember 2017 lalu.
Untuk target sendiri, petugas menyasar usaha-udaha non mikro yang memiliki modal usaha di atas Rp 50 juta di luar tanah dan bangunan. Dalam sepekan terakhir, petugas telah menyidak sebanyak 1.174 usaha non mikro dan 452 diantaranya melakukan pelanggaran.
“Ada sekitar 36 persen usaha non mikro yang telah kita cek menggunakan gas LPG 3 kilogram yang disubsidi oleh pemerintah,” imbuh Lukas.
Sementara itu, dari ratusan usaha yang melakukan pelanggaran tersebut diantaranya dilakukan oleh 355 rumah makan, 52 peternakan, 8 hotel, 5 toko roti, 3 laundry, 1 cafe, serta 1 rumah tangga.
Mereka para pengusaha non mikro yang menggunakan gas bersubsidi diberikan teguran lisan oleh petugas. Sedangkan penindakan atau langkah selanjutnya, kepolisian akan menyerahkan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
“Kami laporkan ke Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan penindakan ataupun teguran tertulis,” pungkas Lukas. (fen)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.