Gugatan SMANSA, 17 Jaksa ‘Keroyok’ Orangtua AN

SMANSA Semarang
Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sugeng Riyadi. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

 

SEMARANG – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengerahkan delapan kuasa hukum untuk menghadapi sidang gugatan orangtua siswa berinisial AN yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang (SMANSA). Sidang gugatan pada Senin (19/3) kemarin telah merampungkan agenda pembacaan pembuktian surat gugatan.

Sugeng Riyadi, Kasi Penkum Kejati Jateng, menyatakan kuasa hukum yang dikerahkan pihaknya atas dasar surat kuasa yang diajukan Pemprov Jateng untuk meminta bantuan hukum atas kasus gugatan tersebut.

“Bahwa benar karena Pemprov sudah meneken MoU dengan kami terkait bantuan hukum. Maka kita diberi kewajiban untuk membantu menghadapi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara,” ungkap Sugeng, saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (20/3).

Menurutnya, bantuan hukum itu menjadi kegiatannya mengingat pihaknya merupakan pengacara negara yang harus membantu tindakan hukum mencakup BUMN, BUMD maupun gugatan perdata lainnya.

Kebetulan, katanya untuk kasus ini yang digugat dari pihak SMANSA. Pihaknya memberikan gabungan kuasa hukum bersama Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah. “Kita kirimkan delapan jaksa pengacara negara ditambah sembilan jaksa dari biro hukum,” tuturnya. Sehingga total ada 17 pengacara yang siap menghadapi gugatan AN.

“Kita bergerak berdasarkan surat kuasa. Kita kolaborasi dengan Biro Hukum Setda. Ketua timnya Pak Asnawi,” jelasnya. Untuk agenda Kamis nanti menghadirkan keterangan saksi-saksi atas kasus dikeluarkannya dua siswa dari SMANSA.

Sedangkan, Sukarman dan Aris Septiono dari tim kuasa hukum penggugat mengaku heran karena SMANSA sampai-sampai mengerahkan tim kuasa hukum termasuk merangkul Kejati dan Setda Provinsi Jateng berjumlah 17 orang, hanya melawan seorang pencari keadilan bernama Suwondo yang tak lain orang tua AN yang dikeluarkan dari SMANSA.

“Ada apa ini? Karena biasanya kalau gubernur kita gugat saja yang turun cukup dari biro hukum setda propinsinya saja,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 27 = 30

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.