Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Grobogan Suplai 2.800 Ekor Sapi Ke Luar Daerah

Grobogan Suplai 2.800 Ekor Sapi Ke Luar Daerah

Paryono (53), seorang pedagang sapi potong di Pasar Hewan Kliwonan (foto: Metro)
Paryono (53), seorang pedagang sapi potong di Pasar Hewan Kliwonan (foto: Metro)

 

GROBOGAN  –  Meski Idul Adha masih tiga minggu, harga sapi potong di Grobogan sudah mulai naik tajam. Sapi jantan seberat sekitar 250 kilogram saat ini harganya mencapai Rp 45.000 per kilogram atau Rp 11,2  juta. Padahal harga pada Agustus 2014 lalu hanya sekitar Rp 43.500 per kilogram atau Rp 10,8 juta. Sapi seberat 350 kilogram harganya Rp 43.000 per kilogram, atau Rp 15 juta. Sebelumnya hanya Rp 41.500 per kilogram atau Rp 14,5 juta.

Sapi hidup berat 400 kilogram harganya Rp 42.000 per kilogram, atau Rp 16,8 juta, sebelumnya hanya Rp 40.500 per kilogram atau Rp Rp 16 juta. Sedangkan berat di atas 600 kilogram harganya Rp 45.000 perkilogram, atau Rp 27 juta, sebelumnya hanya sekitar Rp 43.500 perkilogram atau Rp 26,1 juta per ekor.

Kenaikan rata-rata Rp 1.500 per kilogram berat sapi hidup tersebut juga dipicu adanya permintaan sapi kurban dari Jakarta dan Jawa Barat cukup besar. “Selama sebulan menjelang Idul Adha, sapi potong asal Grobogan yang dikirim keluar daerah ada 2.800 ekor, atau setiap pasaran (lima hari) 400 ekor, Sebanyak 300 ekor di antaranya dikirim dalam kota Jateng, 100 ekor lainnya keluar provinsi seperti Jabar dan Jakarta,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan, drh. Riyanto MM didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) drh.  Nur Ahmad Wardiyanto MM, Senin (15/09).

Menurutnya, sapi potong asal Grobogan banyak diminati konsumen luar daerah. Selain jenis unggul, kualitas atau tingkat kesehatannya cukup baik. Disebutkan, tingkat populasi sapi potong di daerahnya saat ini mencapai 154.000 ekor, atau terbesar kedua di Jateng setelah Kabupaten Blora. Sapi sebanyak itu sebagian besar diternak petani di Grobogan bagian timur seperti Kecamatan Purwodadi, Tawangharjo, Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Wirosari, Gabus dan Ngaringan.

Paryono (53), seorang pedagang sapi potong di Pasar Hewan Kliwonan, Desa Kunden, Kecamatan Wirosari mengakui, harga sapi potong sebulan sebelum Idul Adha  merangkak naik. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu, harganya terpaut cukup jauh. ”Harga sapi betina jenis Jawa warna putih mencapai Rp 9 juta, sapi jantan jenis sama Rp 13 juta. Sedangkan sapi jenis simental mencapai Rp 15 juta. Dibanding hari biasa, harganya selisih Rp 2-3 juta. Sapi jenis simental paling banyak diminati untuk hewan kurban,” jelasnya. (MJ-04)

 

Ini Menarik!

Hadapi Natal dan Tahun Baru, TPID Gelar Operasi Pasar di 58 Titik

Share this on WhatsApp SEMARANG- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar …

Silakan Berkomentar