Gerindra Protes, Pemasangan APK Pilgub Jateng Lamban

Gerindra protes APK Pilgub Jateng
Partai Gerindra

SEMARANG – Partai Gerakan Indonesia Raya melayangkan protes kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena tak kunjung memasang alat peraga kampanye (APK) untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

Sriyanto Saputro, Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah mengungkapkan, pemasangan APK Pilgub cenderung terlambat karena masa kampanye sudah memasuki hampir sebulan terakhir. Masa kampanye Pilgub Jateng sendiri sudah dimulai sejak 15 Februari kemarin.

Sriyanto mengaku sudah mengecek langsung keberadaan APK di setiap kabupaten/kota. Hasilnya, tak ada satupun APK dari KPU yang sudah dipasang.

“Bahkan, dilematis ketika APK yang diproduksi tim pemenangan paslon malah dibredel. Mungkin tidak masalah kalau KPU memang sudah memasang APK seperti yang semestinya,” cetusnya, saat dikonfirmasi, pada Selasa (13/3).

Menurutnya sesuai aturan KPU, semestinya sudah ada pemasangan lima baliho di tiap kabupaten/kota, ditambah dua spanduk di dua desa atau kelurahan dan 20 umbul-umbul kecamatan.

Lebih jauh lagi, ia menyoroti keterlambatan pemasangan APK nantinya bisa mempengaruhi atmosfer pesta demokrasi. Sosialisasi masa kampanye berpotensi kurang maksimal.

“Kami merasa sangat dirugikan. Kenapa sampai seperti ini? Apa karena produksinya disentraliasi? Kan bisa disebar, jangan hanya di satu titik saja, biar cepat,” kata Sriyanto.

KPU Jateng, ungkapnya terkesan mengulur waktu pemasangan APK mengingat sampai sekarang banyak bahan kampanye di kantor sekretariat partainya. “Malah merepotkan,” terangnya.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengakui, lambannya pemasangan APK di wilayahnya. Ia beralasan, ada koreksi desain yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang, dan gambar tokoh yang dilarang dipasang pada APK.

Ia mengatakan juga ada kegagalan lelang tander pencetakan APK. Joko menegaskan, sebenarnya pihaknya sudah menggunakan sistem lelang cepat. Tapi karena ada ada masalah teknis, jadi gagal dan menyebabkan produksi APK terlambat.

“Kalau gagal lelang kan karena rekanan. Sesuai mekanisme yang berlaku, harus ada lelang lagi. Tapi ini sudah selesai, tinggal menancapkan saja,” tuturnya.

Penyebab molornya pemasangan APK karena penentuan lokasi pemasangan. Beberapa titik pemasangan APK baru ditentukan KPU kabupaten/kota karena persoalan keputusan bupati/wali kota. “Semua sudah beres, kok. Tapi mengenai kapan APK akan didistribusikan, kami belum bisa memastikan,” akunya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.