Geliat Asian Games, Solo Punya Kampung Asian Games 3D

SOLO – Semangat dan euforia Asian Games menjalar di berbagai kota di Indonesia. Di Solo, semangat itu dibuktikan dengan adanya mural 3D bertemakan Asian Games. Kampung tersebut berlokasi di Pucangsawit, Jebres, Solo.

asian games
Seorang warga sedang melihat mural 3D di Kampung Asian Games, Solo. (foto: metrojateng/MJ-25)

Berbagai mural atlet yang pernah meraih emas di ajang Asian Games terpampang di setiap tempok dan sudut gang. Mural bergambar Susi Susanti menangis saat meraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona. Lalu ada mural bergambar Presiden Joko Widodo yang sedang bertinju, hingga Wali Kota Rudy.

Walikota Solo, FX Hadirudyatmo mengatakan adanya mural di sekitar kediamannya ini dalam rangka membantu mempromosikan event Asian Games 2018 di mana Indonesia yang menjadi tuan rumahnya.

“Ini momen langka dimana Indoensia menjadi tuan rumah Asian Games sangat pas, dulu sebelumnya waktu zaman Presiden Soekarno tahun 1962, dan ini saat Presiden Jokowi. Indonesia nunggu 50 tahun lebih lho, jadi harus dimeriahkan paling tidak jika setiap kampung di Indonesia mau melakukan seperti ini, nampaknya euforia akan semakin terasa,” ujarnya saat ditemui di lokasi Kampung Asian Games, Pucangsawit, Jebres, Sabtu (2/6).

Ia mengajak masyarakat untuk mengobarkan semangat olahraga, membela tanah air di ajang Asian Games ini. Menurutnya, adanya event ini, dapat meredam perpecahan yang dirasanya ada di Indonesia saat ini karena perbedaan pandangan politik.

” Bila saat ini masyarakat demam Piala Dunia, setelah itu langsung bisa demam Asian Games 2018. Perlu ditegaskan bila saat ini juga tahun olahraga, tak hanya tahun politik. Ada beberapa hal yang bisa menyatukan bangsa. Yakni, olahraga, kesenian dan kebudayaan. Kalau politik itu ya seni mengelola aspirasi,” kata Rudy.

Adanya mural ini sekaligus ikut menemberikan ruang bagi para seniman di Kota Solo untuk berkreasi. Salah seorang seniman, Irul Hidayat mengaku senang bisa terlibat dalam pembuatan mural di Kampung Asian Games tersebut, ia bersama teman-temannya bisa meluang ide dan kreasinya.

“Pembuatan mural 3D ini sengaja kita implementasikan dengan keadaan lingkungan sekitar, seperti pohon tembok pecah, biar mural lebih hidup. Harapannya ini bisa dinikmati masyarakat untuk berfoto dan jadi destinasi wisata baru,” ujarnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.