Home > JATENG RAYA > Gasir Ngentir Paling Dinanti Warga

Gasir Ngentir Paling Dinanti Warga

image
Salah satu kesenian yang ditampilkan dalam festival budaya klasik di desa Ngargomulyo kecamatan Dukun, lereng Merapi Kabupaten Magelang, Minggu (24/1). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG – Puluhan seniman dari lereng gunung Merapi menggelar festival budaya klasik,sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan Jawa, Minggu, (24/1). Sekitar 11 kesenian dipentaskan dalam pesta budaya di dusun Sabrang desa Ngargomulyo kecamatan Dukun Kabupaten Magelang ini.
    Salah satu kesenian yang masih dilestarikan di lereng gunung Merapi ini adalah “Gasir Ngentir” dari dusun Karanganyar. Kesenian sudah seringkali pentas di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.
    Menurut Ketua panitia Festival Budaya Klasik, Widodo, Gasir Ngentir merupakan kesenian yang memiliki keunikan tersendiri dibanding kesenian yang tumbuh disini.Keunikan tersebut karena seluruh pemain berusia lansia dan gerakan yang diperagakan oleh penari jauh berbeda dengan kesenian lainnya. “Tari ini juga sangat dinanti oleh warga,” kata Widodo.
    Widodo menjelaskan,festival kesenian ini digelar untuk melestarikan kesenian yang tumbuh di lereng gunung Merapi khususnya yang ada di desa Ngargomulyo. Kesenian disini diturunkan oleh nenek moyang sejak dulu kala.
    festival ini juga bertujuan untuk menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan sesama warga untuk mengapresiasi bersama para seniman.
    Namun yang paling utama,imbuhnya, karena mereka tinggal di lereng Gunung Merapi,sehingga gelar budaya ini bisa menunjukkan bahwa warga bisa arif hidup bersatu antara manusia dengan alam.
    “Sehingga kita bis ahidup aman tentram meski hidup di daerah rawan bencana erupsi Merapi,” kata Widodo.
    Festival budaya tersebut diawali dengan puluhan seniman mengarak gunungan hasil bumi berupa mentimun, padi, jagung, ketela serta hasil pertanian warga sekitar dari Balai Desa menuju panggung pentas ditengah dusun yang berjarak kurang lebih 1 km.
    Sekretaris Dinas kebudayan dan Pariwisata Pemkab Magelang Husain mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga Ngargomulyo dalam melestarikan budaya nenek moyang sekaligus untuk mempererat persatuan dan kesatuan warga setempat.
    Pemerintah akan selalu mendukung kegiatan dalam upaya melestarikan kebudayaan agar kebudayaan yang dimiliki tetap lestari.
    Salah satu pengunjung, Megawati (26) warga desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, mengaku bangga karena sampai saat ini masih ada pementasan kesenian tradisional. “Sekarnag sudah jarang ditampilkan seni tradisional,” katanya.
    Ia juga mengaku bangga karena masih ada  pemuda dan pemudi yang terlibat dalam festival kebudayaan ini. Padahal di era modern seperti sekarang ini, banyak pemuda-pemudi lebih asyik dengan gadget dan meninggalkan seni tradisional. (MJ-24)

Ini Menarik!

Selama 2017 Ekspor Jateng Naik 11,21%

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Jateng sepanjang 2017 dibandingkan …

Silakan Berkomentar