Gas Melon Langka, Tapi UMKM Jepara Masih Memakainya

gas melon jepara langka
Salah satu warung bakso yang memakai gas elpiji 3 kg. (foto: metrojateng.com/MJ-23)

JEPARA – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara mayoritas menggunakan gas elpiji 3 kilogram, sering disebut gas melon. Kondisi tersebut disinyalir menjadi faktor kelangkaan gas elpiji bersubsidi mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah.

Asyhar, seorang pelaku UMKM menyampaikan bahwa untuk menjalankan usaha jualan bakso dan mi ayam miliknya membutuhkan sedikitnya empat tabung gas elpiji 3 kg. Jumlah itu untuk kebutuhan dua sampai tiga hari.

“Untuk usaha ini (jualan mi ayam dan bakso) membutuhkan empat tabung gas. Dua untuk di dapur dan dua di gerobak,” ujarnya di warung baksonya Desa Kalipucang Wetan Kecamatan Welahan, Jepara, Rabu (14/3)

Warungnya tersebut mulai buka sekitar jam 09.00 WIB dan tutup 21.00 WIB. Ia sendiri mendapatkan gas elpiji langsunh dari pangkalan.

“Saya ambilnya dari pangkalan langsung. Mulao buka sampai tutup, dibutuhkan elpiji menyala karena memang jualannya makanan. Ya, dua sampai tiga hari tiap tabungnya,” lanjutnya.

Majid, seorang perajin jajan pasar di Desa Kalipucang Wetan menambahkan, untuk memproduksi dirinya membutuhkan dua tabung gas elpiji 3 kg. “Di rumah ada empat tabung gas. Yang dua buat produksi, dan dua lainnya untuk kebutuhan pribadi,” paparnya.

Menurutnya, satu tabung gas elpiji melon itu cukup untuk tiga sampai satu minggu berproduksi. Untuk mendapatkannya, biasanya ia sudah memiliki langganan ke pangkalan, atau pengecer.

“Sudah ada yang kami pesan. Jadi, kalau waktu elpiji sulit, saya tetap dapat elpiji,” tutur dia. Sementara, Syafik, seorang pengecer gas elpiji 3 kg menuturkan bahwa beberapa hari terakhir sulit mendapatkan gas melon tersebut.

“Kalau untuk 3 kg memang sulit akhir-akhir ini. Dari pangkalan saja biasanya saya dapat jatah 20 sampai 15 tabung per minggu sekarang paling hanya 12 tabung,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 79 = 81

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.