Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Gara-gara ‘Penyanderaan’ Bupati, Ungaran Dilanda ‘Angin Ribut’

Gara-gara ‘Penyanderaan’ Bupati, Ungaran Dilanda ‘Angin Ribut’

Pasukan  Yonif 411 Raider Kostrad Salatiga berhasil membebasakan Bupati Semarang Mundjirin dari kelompok pengacau keamanan yang menyanderanya. Foto: Metro Jateng
Pasukan Yonif 411 Raider Kostrad Salatiga berhasil membebasakan Bupati Semarang Mundjirin dari kelompok pengacau keamanan yang menyanderanya. Foto: Metro Jateng

UNGARAN – Simulasi pembebasan Bupati Semarang, Mundjirin, yang disandera kelompok pengacau keamanan, Sabtu (13/12) pagi kemarin oleh Batalyon Infantri (Yonif) 411 Raider Kostrad Salatiga, berakhir bencana bagi warga. Sebab angin kencang dari helikopter yang digunakan pasukan Yonif 411 untuk membebaskan Bupati menyebabkan sejumlah atap rumah dan pertokoan di sekitar rumah dinas Bupati Semarang di Jalan Ahmad Yani Ungaran, rusak. Bahkan gerobak pedagang kaki lima juga rusak karena dihempas angin dari baling-baling heli tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Akibat peristiwa itu diperkirakan kerugian warga mencapai puluhan juta rupiah.

Helikopter tersebut digunakan pasukan untuk melakukan simulasi pendaratan pasukan dan pengintaian dari udara untuk membebaskan Bupati yang tersandera. Sehingga heli milik Yonif 411 tersebut melakukan manuver dengan terbang rendah di atas pemukiman warga. Ternyata angin kencang dari baling-baling tersebut menyebabkan angin yang sangat kencang. Hingga menyebabkan sejumlah rumah, toko dan warung rusak terutama bagian atap dan reklame pertokoan juga rusak. Bahkan warga ada yang mengira angin kencang tersebut sebuah bencana angin ribut, bukan dari helikopter.

“Saya kira malah itu bencana angin topan atau puting beliung. Setelah reda kami keluar ternyata helikopter. Akibat terpaan angin itu kanopi serta atap asbes rusak,” tutur pemilik toko Aki Asmara, Hanjoyo, (35).

Setelah mendapatkan adanya kerusakan, petugas TNI dan Kepolisian melakukan pendataan jumlah korban kerugian materi. Pihak pelaksana kegiatan yakni TNI berjanji akan segera memberikan ganti rugi pada warga.

“Kerusakan saat ada latihan sebenarnya wajar saja. Di hutan sekalipun kerusakan akibat latihan perang tentu ada. Tetapi kami berusaha meminimalisir. Meski begitu, kami TNI bertanggungjawab dan kami atas nama institusi meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Secepatnya akan kami data untuk mendapatkan ganti rugi,” tutur Komandan Koramil Ungaran, Kapten Inf Sumardi.

Sementara itu Bupati Semarang Mundjirin mengatakan kerugian masyarakat tersebut akan diganti oleh Yonif 411. “Katanya 411 mau mengganti kerusakan tersebut,” tutur Bupati singkat. (MJ-02)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar