Beranda HEADLINE Ganjar Minta Wali Kota Tegal Rujuk dengan Wakilnya

Ganjar Minta Wali Kota Tegal Rujuk dengan Wakilnya

2
0
image
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, minta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal rujuk.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dituding arogan oleh Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, karena marah di acara Musrenbangwil eks Karesidenan Pekalongan, Kamis pekan lalu. Namun Ganjar tidak mau menanggapi perihal tudingan tersebut.

Ia hanya bersedia menjelaskan substansi masalah ketika menyentil ketidakberesan Pemkot Tegal pada Musrenbangwil di Pendopo Pemkab Tegal itu. Ganjar menyatakan, tidak mempermasalahkan abstainnya wali kota pada acara tersebut Ia hanya ingin mengingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak semestinya dipertontonkan di muka publik oleh Siti Masitha dan wakilnya, Nursholeh.

“Saya hanya ingin pemerintahan di Tegal harmonis, yang pisah ya rujuk kembali. Kalau soal (wali kota) tidak hadir bukan soal, Wali Kota Pekalongan juga tidak hadir saya tidak masalah,” katanya, dihubungi melalui telepon, Sabtu (4/4).

Dijelaskannya, ketika kepala daerah tidak hadir di acara kedinasan, penggantinya adalah wakil kepala daerah. Tapi yang terjadi kemarin menurut Ganjar lucu karena wakil wali kota hadir namun tidak diberi peran apapun.
  
“Wakil wali kota datang, duduknya di kursi pimpinan, tapi yang mewakili wali kota kok Bappeda. Aneh menurut saya, saya merasa ini ada apa-apa dan ternyata benar,” katanya.

Ganjar mengaku sudah tahu bahwa Siti Masitha dan Nusholeh sedang ada masalah dan tidak berkomunikasi tiga bulan. Namun hal itu seharusnya cukup menjadi konsumsi internal tanpa harus mempertontonkannya di muka umum. “Masalah pribadi diurus di rumah saja,” tukasnya.

Namun Ganjar meminta masyarakat Tegal tidak khawatir bahwa masalah ini akan mempengaruhi besaran bantuan keuangan (bankeu) dari provinsi. Sebab bantuan tersebut untuk pembangunan kota dan dibutuhkan rakyat. “Saya bukan tipe pendendam seperti itu, ini bantuan untuk rakyat juga,” katanya.

Perkara dirinya tak bersedia menanggapi usulan pembangunan yang dipaparkan kepala Bappeda Tegal, menurut Ganjar karena efektifitas saja. Sebab yang bisa mengambil keputusan hanya wali kota dan wakil wali kota.

Tapi karena wali kota tidak hadir dan wakil wali kota tak diberi peran, maka apapun yang dibicarakan saat itu tidak berguna. “Ya karena Bappeda kan tidak bisa mengambil keputusan. Paling-paling jawabannya ‘nanti saya laporkan pimpinan pak’, tidak perlu kalau itu.”

Ganjar menceritakan pengalamannya saat dipanggil presiden. Karena dirinya dan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko tidak bisa hadir, maka diutuslah Sekda Jateng Sri Puryono. “Ternyata tidak boleh masuk, jadi memang ada tata perundangan yang harus ditaati,” tegasnya.

Di sisi lain, masalah Kota Tegal menurut Ganjar tidak perlu menjadi polemik panjang. Siti Masitha pun sudah berkomunikasi dengan dirinya dan menjelaskan perihal ketidakhadirannya. “Ibu wali sudah SMS-an dengan saya. Saya minta segera dibangun komunikasi dengan wakil dan selesaikan sampai tuntas,” tandasnya. (byo)