Home > HEADLINE > Ganjar Janji Ngopeni Penambang Rakyat

Ganjar Janji Ngopeni Penambang Rakyat

image

BOYOLALI – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyatakan penambangan liar khususnya di lereng Merapi yang menggunakan alat berat sudah ngawur dan sangat merugikan. Selain merugikan masyarakat, juga mengancam penambang sendiri dan bisa menyebabkan bencana. 

Namun, tidak mudah menertibkan penambangan liar menggunakan alat berat di lereng Merapi. Meski telah ditindak, berbagai cara dilakukan pengelola tambang ilegal agar tetap bisa beroperasi. Selain itu cara mengangkutnya juga ngawur karena over tonase. Sehingga sangat merugikan, merusak lingkungan, infrastruktur. 

“Kita grebek sudah lari, kemudian komputer backhoe-nya mau diambil, ternyata di-las. Begitu sudah diambil (CPU backhoe), pinjam entah dari mana (penambangan) jalan lagi. Artinya, mereka sudah ingin berbuat jahat, ilegal,” ungkap Ganjar Pranowo, usai Inpeksi Mendadak (Sidak) di lokasi penambangan Kali Apu, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali Kamis (17/3) sore. 

Ganjar menyatakan, kondisi tersebut memang perlu diangkat ke media agar semua rakyat mengetahui. “Tahu bahwa kengawuran-kengawuran dalam menambang dan mengakut ini akan sangat merugikan, baik terhadap kondisi masyarakat, dia sendiri termasuk bencana dan sebagainya 

Meski demikian, Ganjar menyatakan tidak menutup mata nasib penambangan rakyat yang dilakukan secara manual. Kesadaran masyarakat perlu dibangun. Sehingga, penertiban yang dilakukan petugas tidak hanya kucing-kucingan. 

Ganjar mengaku sudah banyak mendengar keluhan dari masyarakat berkait keberadaan penambangan liar dengan alat berat di lereng Merapi. Keluhan tersebut kemudian direspon dengan tegas. Namun, pihaknya tidak bisa sekedar melarang penambangan di lereng Merapi, khususnya di kawasan Kali Apu. Perlu ada penataan untuk penambangan disana terutama bagi penambangan rakyat. 

Pihaknya akan membuat uji coba atau percontohan di Selo tentang penambangan rakyat ini atau secara manual. “Saya sudah ketemu dengan penambang rakyat, ya penambang rakyat ini saja diopeni. Dikasih tempat, dikasih lokasi yang benar, diajari nambang yang baik agar mereka bisa hidup,” kata Ganjar. 

Dikemukakan, ada sekitar 3.000 penambang di Kali Apu. Ganjar menawarkan untuk dibuat kelompok-kelompok penambangan secara manual. “Kita bina bareng-bareng, kita arahkan tata ruangnya disini, menambang yang bener disini, mereka semua mau kok.” 

Selanjutnya, yang harus ditertibkan yakni truk yang mengangkutnya agar tidak melebihi tonase. Aturan tonase ini harus dipatuhi dan jika tidak, maka pihaknya tidak segan menghentikan penambangan. Penertiban tonase sangat penting agar jalan tidak rusak. “Jalan jalan remuk begini, paling cuma ngunek-uneke pemerintah. Tidak ada yang saya tutup-tutup, wong beban saya gak enak kok,” tandasnya. (MJ-07) 

 

Ini Menarik!

Jumlah Servis di Bengkel Honda Melonjak Tajam

SEMARANG – Sepanjang tahun 2017, permintaan jasa servis di wilayah Jawa Tengah mencapai angka 5.040.518 …

Silakan Berkomentar