Home > JATENG RAYA > Ganjar: Aksi Peduli Rohingya Jangan Pancing Keributan

Ganjar: Aksi Peduli Rohingya Jangan Pancing Keributan

Ganjar Pranowo (foto: metrojateng.com/ ch Kurniawati)
MAGELANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyilakan masyarakat melaksanakan aksi solidaritas untuk muslim Rohingnya, Myanmar. Hanya saja, aksi harus berlangsung tertib dan tidak ada kekerasan. Demikian juga dengan aksi yang bakal di gelar di masjid An-Nur, Sawitan, Mungkid Kabupaten Magelang, Jumat (8/9) mendatang, hendaknya berlangsung dengan tertib dan tidak memancing keributan.
“Silakan saja melaksanakan aksi, namun jangan memancing keributan yang membawa isu yang akan menyakiti saudara di tanah air,” kata Ganjar di Magelang, Rabu (6/9).
Ganjar menyarankan agar aksi dilakukan dengan lebih konkrit, seperti penggalangan dana. “Itu untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Rohingnya. Mereka kebutuhannya apa, apakah pakaian, obat-obatan atau lainnya,” kata Ganjar. Ganjar bahkan mengusulkan agar Indonesia mengirim Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ke Myanmar.
“Biar FKUB bicara ke Myanmar dan menunjukkan persepsi Indonesia terkait Rohingya. Meskipun mungkin persepsi kasusnya berbeda, karena mungkin Myanmar anggap ini kasus status kewarganegaraan,” katanya. Sebenarya, imbuh Ganjar, suara-suara di Indonesia adalah meminta pemerintah bisa bersikap tegas.
“Tapi menurut saya, ketegasan pemerintah sejauh ini sudah bagus. Dengan mengirim Menteri Luar Negeri ke Myanmar, membangun fasilitas di sana, mengirim logistik, juga bertemu dengan Bangladesh , Kofi Anan dan tokoh-tokoh lain,” papar Ganjar.
Ganjar juga mengatakan, sudah sepantasnya hubungan diplomatik dengan Myanmar diputus, apabila pemerintah Nyanmar tidak menghentikan kekerasan terhadap muslim Rohingnya. “Saya sendiri mengecam tindakan kekerasan terhadap muslim Rohingya. Hanya saja, jangan sampai hal itu dibawa pada isu Islam Budha, dan di Indonesia jangan sampai terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, saat berada di Universitas Tidar Magelang, Ganjar mengajak para mahasiswa dan dosen dan peserta seminar “Optimalisasi Pengelolaan Potensi  Sumber Daya Ekonomi Menuju Pembangunan Desa”, berdoa bersama untuk warga Rohingya, Myanmar.
Ia mengatakan, Magelang sekarang baru diperhatikan banyak orang karena ada keinginan beberapa masyarakat, yang ingin berkumpul di Borobudur untuk menyatakan solidaritasnya berkaitan dengan warga Rohingya. (MJ-24)

Ini Menarik!

1 Sura, Ribuan Warga Kendal Rebutan Nasi Bungkus

KENDAL – Ribuan warga dari sejumlah daerah saling berdesakan dan berebut nasi sura dalam peringatan Haul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *