Beranda JATENG RAYA METRO KEDU Gaji Kecil, Perangkat Desa di Magelang Gelar Istighosah

Gaji Kecil, Perangkat Desa di Magelang Gelar Istighosah

91
0
BERBAGI

MAGELANG – Ratusan perangkat desa se-Kabupaten Magelang yang tergabung dalamĀ  Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menggelar istighosah atau doa bersama, untuk memperjuangkan status kepegawaian mereka. Selain memohon agar segera diangkat menjadi ASN golongan 2A, juga menuntut agar penghasilan mereka disetarakan.

Istighosah PPDI Kabupaten Magelang. Foto: ch kurniawati

Istghosah berlangsung di Balai Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang, Sabtu (9/6) sore. Doa bersama ini digelar menjelang berbuka puasa.

“Ini murni perjuangan kami setelah sekian lama berjuang namun belum ada hasilnya,” kata Ketua PPDI, Sardjoko.

Ia mengatakan, hingga kini nasib perangkat desa di Kabupaten Magelang masih belum diperhatikan pemerintah. Demikian juga dengan status mereka yang tidak jelas.

Sarjoko mengaku sebenarnya merasa malu mengenakan seragam ASN saat melayani masyarakat. Padahal dirinya dan perangkat deda lainnya tidak berstatus ASN. “Kami ini pegawai pemerintah namun tidak diakui sebagai ASN,” tuturnya.

Ia menyebut, setiap bulan hanya menerima gaji sebesar Rp1,2 juta dan tunjangan Rp 487 ribu. “Kami ini pegawai pemerintah karena melayani masyarakat, namun gaji kami di bawah pendapat para buruh,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Sarjoko, PPDI sudah berkali-kali datang ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib mereka. Mereka bahkan sudah menemui Presiden Jokowi danĀ  DPR RI.

Saat bertemu dengan DPR RI, imbuhnya, sudah disusun naskah akademik untuk menjadi rujukan dalam revisi UU ASN. “Namun tetap saja sampai saat ini masih belum ada kejelasan status. Nasib kami masih seperti ini, melayani masyarakat seperti ASN, tapi gaji kecil,” keluhnya.

Istighotsah yang digelar, ujarnya, tidak ada kaitannya dengan dukungan terhadap salah satu paslon. “Sama sekali tidak ada. Kebetulan ini digelar menjelang pilbup yang digelar akhir Juni mendatang,” terangnya.

Suwartadi, Sekretaris Desa Sawangan menambahkan, istighotsah yang diikuti murni untuk berdoa agar nasib perangkat desa bisa disetarakan dengan ASN gol 2A, terutama soal gaji.

Suwartadi juga menilai pemerintah tidak adil, karena ASN, TNI, Polri, pensiunan dan juga swasta mendapat THR dan gaji ke 13 menjelang Lebaran ini. Sedangkan perangkat desa diabaikan. (MJ-24)