Gagal Panen Karena Banjir, Petani Berhutang Untuk Biaya Hidup

??
DEMAK – Menanam tapi tak memanen. Demikian yang dialami para petani Desa Sayung saat tanaman padi yang siap dipanen ternyata diterjang banjir.

Kini, nasib mereka sangat memprihatinkan. Untuk membiayai hidup, mereka terpaksa berhutang.

Dwi Ratno, seorang petani Desa Sayung mengaku harus berhutang untuk membiayai hidup keluarganya.

“Ini sudah kedua kali gagal panen, meskipun pada musim panen lalu masih dapat sedikit karena banjir tidak sebesar kali ini,” keluhnya.

Dia berharap, pemerintah dapat segera melakukan tindakan. Bukan hanya pasokan beras menurun, banjir juga membuat petani merugi.

“Saya menggarap lahan satu hektare, itu dibagi dengan beberapa anggota keluarga. Kapan petani bosa sejahtera kalau kondisinya seperti ini,” katanya, Senin (13/2/2017).

Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan bahwa luapan Sungai Dombo bukan hanya menerjang pemukiman warga, tetapi juga lahan pertanian. Sehingga, semua petani di desanya tidak dapat menikmati hasil panen dan mengalami kerugian.

“Lahan pertanian yang ditanami padi sekitar 40 hektare dan semuanya gagal panen karena terendam banjir,” ujarnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.