Financial Technology Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Iskandar Simorangkir. Foto:metrosemarang.com/ade lukmono
?
SEMARANG – Penggunaan uang fisik di era modern kini semakin berkurang dan bergeser ke penggunaan uang digital. Beberapa start up yang mengusung Financial Technology (fintech) pun mulai menjamur dan mulai digunakan masyarakat untuk bertransaksi.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Iskandar Simorangkir mengatakan kehadiran fintech adalah sebuah keniscayaan. Bahkan, bisa memutus mata rantai penjualan yang melalui tengkulak.

“Jika ini bisa dimanfaatkan, petani akan langsung bisa menjual produknya ke konsumen. Selain itu bisa memudahkan dalam hal waktu, tenaga dan lain-lain,” kata dia, Selasa (25/10).

Meskipun banyak kemudahan, masih ada beberapa kekhawatiran yang dirasakan masyarakat jika menggunakan fintech ini, di antaranya adalah masalah keamanan. Perkembangan teknologi yang terlalu cepat juga menjadi tantangan masyarakat pengguna fintech agar selalu bisa up to date di setiap perkembangannya.

Oleh karena itu, Perbankan dengan pengalamannya dinilai bisa melengkapi fintech. “Bisa saja nanti antaran perbankan tradisional dan start up fintech akan bekerjasama untuk memaksimalkan perkembangan fintech di era digital seperti sekarang,” ungkapnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 75 = 85

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.