Beranda NASIONAL Erupsi Merapi, Hutan Pinus Terbakar, Petani Tetap ke Bekerja

Erupsi Merapi, Hutan Pinus Terbakar, Petani Tetap ke Bekerja

6
0
BERBAGI

MAGELANG – Masyarakat sekitar lereng gunung Merapi melihat hutan pinus di sekitar puncak Merapi terbakar. Hal itu akibat erupsi yang terjadi pada pukul 08.20 WIB, Kamis (1/6). Hutan yang terbakar berada di beberapa kilometer dari puncak Gunung Merapi.

erupsi merapi
Gunung Merapi sesaat setelah serupsi pada pagi, Jumat (1/6/2018). (foto: Ch Kurniawati)

“Iya, tadi saya lihat ada hutan yang terbakar akibat lontaran material dari Merapi saat erupsi,” Kata Sudaryanto, salah satu petani di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Hal sama disampaikan Priyono (60), petani dari Sawangan. Ia melihat langsung saat terjadi erupsi di Merapi pagi hari. “Saya sedang berada di sawah dan melihat langsung merapi meletus. Dari letusan itu ada material panas yang keluar dan membakar hutan di sana,” ujarnya.

Ia juga merasakan getaran yang amat keras saat Merapi meletus. “Suaranya terdengar saat keras seperti suara helikopter. Dugudug…gudug….gudug…….,” ujarnya mendiskripsikan apa yang dirasakan.

Meski begitu, ia mengaku tidak merasa takut dan tetap berada di sawah meneruskan pekerjaannya bertani. Setelah dari sawah, ia segera ke kios di seputaran obyek wisata Ketep untuk berjualan. “Ah sudah biasa melihat Merapi seperti itu. Ya mudah-mudahan tidak meletus besar yang mengharuskan saya mengungsi. Dulu saya 20 hari mengungsi di Pakis,” ungkapnya.

Petugas pos pengamatan gunung Merapi di Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Triyono juga melihat kebakaran hutan. Lokasi kebakaran ada di sekitar bukit Klatakan dan di bawah Bukit Kendil. Jarak dari Pos Babadan hingga puncak gunung Merapi sekitar 4,4 kilometer.

Seperti diketahui, setelah sepekan tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan, gunung Merapi kembali meletus pada Kamis (1/6) pukul 08.20 wib. Erupsi yang terjadi dengan ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 6.000 meter ke atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 77 milimeter dan durasi dua menit. (MJ-24)