Home > KRIMINAL & HUKUM > Enam Kali Mencuri, Kampret Ambruk Dibedil

Enam Kali Mencuri, Kampret Ambruk Dibedil

image
Tersangka curat, Supriyanto dan Joko Nugroho ditahan di Mapolres Boyolali.
Foto Metrojateng

BOYOLALI – Supriyanto alias Kampret (33) itu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur saat hendak dibekuk petugas Polres Boyolali. Tersangka adalah pelaku pencurian 20 unit LCD monitor komputer milik SMPN 2 Sambi, Boyolali.

Selain Supriyanto, warga Ringin Pitu, Ketitang, Nogosari, Boyolali itu, petugas Polres Boyolali juga berhasil meringkus Joko Nugroho alias Senuk (24) warga Sadon, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. Kedua tersangka kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Boyolali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono mengatakan, penangkapan komplotan curat itu berawal dari penangkapan Joko. Dia tertangkap basah saat hendak mencuri di rumah warga di Kecamatan Ngemplak.

Dari hasil interograsi, Joko mengakui sebelumnya telah melakukan pencurian di Dukuh Welar, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak juga. Tersangka mengaku mencuri uang Rp 3 juta dan sepeda motor Yamaha Jupiter Z, AD 4786 QD. “Dari hasil pemeriksaan tersangka ini terus kami kembangkan,” ujar Budi Sartono, Selasa (30/9).

Akhirnya, petugas berhasil mengungkap curat sejumlah rumah kosong dan sekolah. Tersangka Supriyanto alias Kampret pun berhasil ditangkap. Hanya saja, saat digerebek Kampret berusaha kabur, hingga akhirnya petugas melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka. Kampret terpaksa ditembak kaki kanannya.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Parwanto menjelaskan, Kampret adalah salah satu pelaku pencurian komputer di SMPN 2 Sambi. Kejadiannya pada 1 Januari 2014 lalu. Dalam aksinya itu, tersangka berhasil mencuri 20 unit LCD monitor komputer. “Kami juga berhasil menyita barang bukti satu obeng yang digunakan untuk beraksi serta LCD komputer yang dicuri tersangka dari SMPN 2 Sambi,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan, komplotan ini ternyata sudah beberapa kali beraksi membobol sejumlah sekolah dan rumah kosong. Dalam aksinya mereka beraksi bertiga. Satu pelaku lainnya saat ini masih buron.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. (MJ-07)

Ini Menarik!

Yusuf Tewas, 7 Orang Diduga TErlibat

Share this on WhatsAppSEMARANG – Tujuh orang yang diduga terlibat dalam bentrokan yang menewaskan seorang …

Silakan Berkomentar