Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Enaknya Jadi Anggota DPRD Kendal, Belum Bekerja Sudah Dibayar Rp 10 Juta

Enaknya Jadi Anggota DPRD Kendal, Belum Bekerja Sudah Dibayar Rp 10 Juta

Kantor DPRD Kendal (ilustrasi)
Kantor DPRD Kendal (ilustrasi)

KENDAL – Memang enak menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, belum genap bekerja sebulan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, sudah dibayar menggunakan uang rakyat. Tidak tanggung-tanggung, anggota DPRD baru ini sudah menikmati bayaran pertamanya antara Rp 10 juta hingga Rp 14 Juta.

Pembayaran gaji pertama  45 anggota DRPD Kendal Periode 2014-2019 dilakukan  Senin (1/9) pagi. “Meski belum bekerja, seluruh anggota dewan setelah dilantik dua pekan lalu, tetap menerima gaji pertama. Setiap anggota Rp 10 juta ,” ujar Sekretaris DPRD Kendal, Hindun Samsiati.

Menurut dia, pembayaran gaji tersebut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2004 tentang kedudukan keuangan dan protokoler DPRD. “Sesuai dengan peraturan tersebut, seluruh anggota DPRD periode 2009-2014 berhak menerima gaji pertama itu,” katanya.

Jumlah gaji Rp 10 juta tersebut menurutnya sudah dipotong untuk fraksi karena fraksi sudah terbentuk. Total gaji yang diterima sebenarnya Rp 13-14 juta. Yakni meliputi tunjangan keluarga, gaji pokok, tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan sebagainya.

Namun tiap fraksi telah memberikan surat kepada bendahara gaji DPRD. Yakni untuk memotong gaji yang diterima anggota DPRD sesuai fraksinya. “Jadi ada pemotongan ada yang lewat bendahara, ada pula yang diurusi fraksi sendiri,” jelasnya.

Selain gaji, angota DPRD Kendal juga sudah menerima empat pakaian seragam dinas yang  anggarannya mencapai Rp 403,601 juta.  Rinciannya Pakaian Seragam Harian (PSH) dua buah, bagi 45 dewan sebesar Rp 93,6 juta,  dan satu buah Pakaian Seragam Lengkap (PSL) Rp 187,875 juta. Selain itu, satu buah Pakaian Dinas Harian (PDH) Rp 60, 701 juta dan Pakain Seragam Resmi (PSR) Rp 61,425 juta.

“Sebagian besar dewan sudah menerima pakaian, tapi juga ada yang belum. Sebab penjahitan pakaian dilakukan secara bertahap, karena minimnya tukang jahit,” tandasnya.

Menurut Hindun, besaran gaji pertama para anggota dewan ini sama dan lebih kecil dibanding gaji bulanan anggota DPRD setelah alat kelengkapan dewan terbentuk. Atau setelah nanti ditetapkannya pimpinan dewan definitif.

“Gaji bulan ini semua sama, yang membedakan hanya tunjangan keluarga yang bergantung pada jumlah keluarga. Tapi itu terpautnya kecil, tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Setelah ada alat kelengkapan, setiap pimpinan akan menerima tunjangan. Baik itu empat ketua DPRD, ketua fraksi maupun ketua komisi. “Untuk ketua DPRD diterima bersih sekitar Rp 14 juta perbulan,” tambahnya.

Selain itu anggota dewan juga akan menerima uang representasi yang jumlahnya bergantung pada keikutsertaan anggota dewan dalam rapat panitia musyawarah (panmus) maupun panitia khusus (pansus).

Namun mengenai alat kelengkapan bagi para anggota dewan itu, menurut dia bukan menjadi wewenang sekretariat DPRD. Sebab, baru akan dibahas setelah dibentuknya empat pimpnan dewan definitif.

Pimpinan Dewan Sementara DPRD Kendal, Bintang Yudha Daneswara, mengaku menerima gaji Rp 9,7 juta dari seharusnya yang dia terima Rp 13 juta. “Dipotong pajak sama fraksi, jadi yang saya terima Rp 9,7 juta,” akunya.

Ia menjelaskan, pimpinan dewan definitif baru akan diumumkan pada 11 September nanti, kemudian dilantik pada 30 September mendatang. Ada empat partai yan mendapat jatah kursi pimpinan dewan. Yakni PDIP, PAN, PKB dan PPP.  “Sejauh ini belum ada nama-nama yang pasti yang masuk ke kami,” kata Danes. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan …

Silakan Berkomentar