Home > JATENG RAYA > Edarkan Jamu Ilegal, Dua Warga Cilacap Dicokok Polisi di Tanjung Emas

Edarkan Jamu Ilegal, Dua Warga Cilacap Dicokok Polisi di Tanjung Emas

Polisi menunjukkan jamu ilegal yang disita dari dua warga Cilacap saat hendak membawa jamu tersebut ke Kalimantan
ā€‹
SEMARANG – Aksi peredaran ribuan jamu ilegal yang hendak dikirim keluar Pulau Jawa, akhirnya digagalkan polisi. Aparat kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, meringkus dua warga Cilacap yang sudah beraksi sejak tahun lalu.

Kedua pelaku saat digiring ke Mapolsek Kp3 Tanjung Emas Semarang mengaku pengiriman jamu ilegal itu seringkali dilakukan dengan menggunakan kapal. Uyung, seorang pelaku bahkan sengaja menjual ribuan kemasan jamu ilegal itu kepada kalangan masyarakat menengah kebawah. 
“Saya kirim lewat kapal menggunakan jasa ekspedisi,” kata Uyung dihadapan petugas, Jumat siang (3/2).

Menurutnya jamu-jamu itu ia peroleh dari seorang produsen yang membuka industri rumahan di dekat Cilacap. Dari hasil mengedarkan beberapa renteng jamu ilegal, ia mendapat untung Rp 250 ribu.

“Saya jual lagi di Kalimantan. Saya ambilnya dari Desa Antasari Cilacap,” jelasnya. 

Sudah tiga kali ia melancarkan aksinya tersebut tapi baru sekarang ia tersandung masalah. “Selain ke Kalimantan, saya juga jual ke Sumatera. Saya dapat keuntungan 250 ribu,” akunya.

Selain Uyung, petugas juga menangkap Turiman, pengedar lainnya asal Banyumas. Aksi keduanya diendus polisi saat akan naik kapal 30 Januari kemarin. Mereka sempat digrebek di rumahnya tapi tidak ditemukan barang buktinya. Penangkapan baru dilakukan 1 Februari lalu di sebuah tempat di Kroya.

Kapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Emas, Kompol Sukiyono mengatakan peredaran jamu ilegal itu terbongkar setelah petugasnya berpatroli di sekitar pelabuhan belum lama ini. 

Usut punya usut, petugasnya lalu mendapati informasi adanya proses pengiriman jamu tanpa label resmi yang akan dikapalkan ke Kalimantan.

“Ada dua orang pengedar yang terendus mengirim jamu ilegal. Kini kami sedang memburu produsennya,” kata Sukiyono.

Diperkirakan jamu itu mengandung bahan berbahaya yang dapat menyebabkan konsumen mengalami gagal ginjal dan gangguan kesehatan lainnya.

“Pemesan jamu itu sedang dalam pengejaran petugas. Kita tegaskan jamu atau minuman tradisional yang dipasarkan wajib punya izin resmi dari pemerintah,” terangnya sambil menunjukan tiga karung berisi ribuan kemasan jamu tersebut.

Penjualan jamu ilegal menyasar para pekerja berat di Kalimantan dan Sumatera.

“Jamunya dikonsumsi para pekerja berat yang ada di sana. Tapi untuk nilai kerugian akibat penyelundupan ini sedang kita cek ulang,” bebernya. (far)

Ini Menarik!

Mengunjungi Jejak Sejarah Indonesia di Lawang Sewu

Share this on WhatsAppLawang Sewu dalam bahasa Indonesia berarti “Pintu Seribu”. Warga Semarang menyebutnya demikian …

Silakan Berkomentar