Dulu Rumah Kyai di Pati, Sekarang Tempat Wisata Instragramable di Boja

Joglo Saridin di Boja, Kendal. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

KENDAL – Syeh Saridin menjadi tokoh yang melegenda dari Kabupaten Pati. Berbagai kisah kesaktian penduduk kyai yang dikenal dengan sebutan Syeh Jangkung tersebut muncul dari penuturan penduduk lokal dari masa ke masa.

Namun, banyak yang tidak tahu jika sebenarnya Syeh Saridin meninggalkan satu-satunya benda yang masih bisa disaksikan sampai saat ini. Sebuah joglo berukuran jumbo peninggalan Syeh Saridin yang diboyong dari Pati untuk dijadikan tempat wisata di kaki perbukitan Boja, Kendal. Kini tempat ini banyak dikunjungi orang lantaran foto-foto yang instagramable.

“Di sini ada Joglo Saridin, itu peninggalannya Syeh Saridin dari Pati. Dulunya bangunan itu ditempati ahli waris Syeh Saridin. Tetapi atas berbagai pertimbangan kemudian dijual kepada kami,” ungkap Elly Rusmilawati, Pengelola Kampung Wisata Djawa Sekatul saat ditemui belum lama ini.

Elly berujar Joglo Saridin semula hendak dijual oleh ahli warisnya. Namun, suatu yang ganjil muncul tatkala joglo itu hendak dibeli seorang investor dari Jepang.

“Ketika mau dipindahkan ke Jepang, bangunanya tanpa sebab mendadak jadi sulit diangkat ke truk. Karena itulah, si ahli warisnya memilih menjual kepada kami, atas seizin Allah SWT Joglo Saridin ternyata bisa dibawa sampai kemari,” ujar Elly.

Joglo Saridin bukanlah bangunan biasa. Menurut Elly, ada sisi unik pada tumpangsari yang melekat di atap bangunan joglo. Bila dicermati, tumpangsari Joglo Saridin berjumlah ganjil. Riwayat perpindahan Joglo Saridin dari Tanah Pati menuju Kampung Djawa Sekatul pun menyimpan cerita menarik.

Joglo Saridin menarik pengunjung karena foto-foto yang instragramable. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

Untuk saat ini, bangunan Joglo Saridin menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang sedang mampir ke Kampung Djawa Sekatul. Kampung Djawa Sekatul yang dibangun pada 1998 silam ini juga menyimpan banyak bangunan joglo berdaya tarik tinggi.

Ada enam joglo besar mirip Joglo Saridin yang menyimpan jejak sejarah yang beragam. Sisanya bertebaran 25 joglo-joglo kecil sebagai pelengkap fasilitas penginapan bagi Kampung Djawa Sekatul.

“Jadi apa yang ada di sini dibuat berdasarkan tren yang berkembang. Ada penamaan unik di tiap kamar dan bangunannya. Misal kamar gethuk karena melihat banyaknya kamar yang terbagi kecil-kecil dan masih banyak nama unik lainnya,” terang Elly.

Selain itu, Djawa Sekatul juga memiliki udara sejuk karena dibangun diatas bukit setinggi 400 Mdpl. Semula, kampung wisata itu berupa hutan belantara yang ditumbuhi tanaman panili, cengkeh yang dahulu belum l layak jual.

Lambat laun, Djawa Sekatul punya kolam pemancingan dan dikembangkan lagi berupa wisata outbond dan ditambah kuliner khas Jawa. “Pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Jawa, bisa keliling sambil berswafoto maupun sekalian menginap,”. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.