Home > JATENG RAYA > Duh, Jutaan Orang Jateng Masih BAB Sembarangan

Duh, Jutaan Orang Jateng Masih BAB Sembarangan

image
Ilustrasi

KENDAL – Kesadaran masyarakat Jawa Tengah buang air besar (BAB) pada tempat yang telah ditentukan masih terbilang rendah.

Kasubdit Higiene Sanitasi dan Pangan Direktorat Penyehatan Lingkungan Dirjen PP dan PL Kementrian Kesehatan, Mahmud Yunus mengatakan, sedikitnya 10 juta jiwa masih buang air besar di sembarang tempat. Padahal, kotoran mengandung bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.

Dia menambahkan, secara nasional, jumlah desa yang masyarakatnya sudah stop  buang air besar di sembarang tempat, ada 4.586 desa. Padahal, jumlah desa di Indonesia ini ada 80.276 desa.

“Secara nasional, tahun ini kami mentargetkan ada 25.537 desa, yang sudah stop buang air besar di sembarang tempat,” ujarnya saat berkunjung di Kabupaten Kendal, Kamis (12/11) siang.

Kesadaran untuk melakukan pola hidup sehat, katanya memang perlu dikampanyekan. Salah satunya dengan memberikan motifasi untuk tidak membuang air besar sembarangan, yakni dengan membangun jamban.

Hal itu dilakukan supaya lingkungan menjadi sehat dan jauh dari penyakit yang disebabkan oleh kotoran manusia.

“Kami tidak membangunkan jamban bagi masyarakat, tapi memberikan pemahaman, dan mereka yang membangun sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu Kabid Pengandalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Sri Handoyo menyampaikan, BABS (buang air besar sembarangan) masih menjadi permasalahan sanitasi di Kabupaten Kendal.

Melalui Program STBM ( Sanitasi Total Berbasis Mayarakat), masyarakat bisa berperilaku  sehat. Sehingga yang biasanya buang air besar di sembarangan (BABS), menjadi Buang air besar di jamban yang saniter dan layak .

“Open defecation free (ODF) adalah salah satu tujuan dari program STBM, dimana  kominitas atau desa telah melakukan buang air besar tidak di sembarangan atau di kebun tetapi di jamban saniter layak,” kata Handoyo.

Handoyo menegaskan, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasioanal ke 54 ini, ada 20 Desa atau kelurahan di kabupaten Kendal yang mendeklarasikan Stop Buang air besar sembarangan.

“Dari 286 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kendal, baru 20 desa yang mendeklarasikan, stop buang air besar disembarang tempat. Tahun 2019, kami harap semu desa/kelurahan sudah bisa menyusulnya. Sehingga semua desa/kelurahan warganya sudah buang air besar di jamban,” tandasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Penjualan Ritel Peralatan dan Komunikasi Sumbang Pertumbuhan Tertinggi

SEMARANG – Penjualan eceran atau ritel di Kota Semarang terindikasi mengalami perbaikan baik secara bulanan …

Silakan Berkomentar