Duh, Anggaran Proyek Padat Karya Diduga Disunat

Ilustrasi
Ilustrasi

MUNGKID– Proyek padat karya tahun 2014 di sejumlah desa di Kabupaten Magelang diduga bermasalah. Anggaran yang dikucurkan melalui Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostran) tidak sesuai dengan besaran yang ditentukan.

Salah satu dugaan penyimpangan terjadi di Desa Kemutuk Kecamatan Tempuran. Tahun ini, dalam dipa APBD Kabupaten Magelang nomor 026.04.4.039560/2014 tercantum anggaran padat karya di desa paling ujung itu senilai Rp 189 juta.

“Namun hanya diterima oleh pihak desa selaku pengelola sebesar Rp 126 juta,” kata salah satu sumber kepada metrojateng.com.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk betonisasi sepanjang 600 meter lebar 2,5 meter di desa tersebut. Juga untuk membayar masyarakat yang bekerja dalam proyek itu. “Ada ratusan warga yang bekerja digilir setiap RT. Ada 5 RT di sana (Kemutuk),” katanya.

Pihak desa, kata dia awalnya tidak tahu jika anggaran tersebut dipotong. Namun, belakangan, ketika kasus ini mulai disidik oleh kejaksaan pemerintah desa baru mengetahuinya.

Plt Disnakersostran Endot Sudiyanto membantah adanya pemotongan tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menyerahkan anggaran sesuai yang tercantum dalam DIPA. “Sudah kita cairkan semuanya ke kepala desa. Tidak ada potongan itu,” katanya.

Pencairan ini, katanya juga sudah melalui mekanisme yang ada. Salah satunya dengan melakukan pengecekan hasil pekerjaan. “Pencairan itu ada prosedurnya. Saya sendiri yang mengecek ke lapangan,” ungkap Endot.? (MJ-14)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

74 − 70 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.