Home > JATENG RAYA > Dua Wanita Muda Ditangkap BNNP Jateng

Dua Wanita Muda Ditangkap BNNP Jateng

Dua perempuan muda terduga kurir narkoba di markas BNNP Jateng. (foto: metrojateng.com/Efendi)

SEMARANG – Dua orang wanita muda yang diduga sebagai kurir sabu berhasil diamankan oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Keduanya yakni Diah Ayu Nandasari alias Ayu (19) warga Mojosongo, Jebres, Surakarta dan Elvira Novianing Tiyas alias ENT (18) warga Jalan Srigunting V, Manahan, Surakarta. Mereka ditangkap di sebuah indekos di Jalan Kahuripan Nomor 25, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta pada Jumat (6/10) lalu.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi yang didapat oleh petugas BNNP Jateng pada Kamis (5/10), bahwa seorang wanita bernama Ayu diduga kurir yang hendak membawa sabu dari Jakarta menuju Surakarta melalui jalur darat yakni bus. Atas informasi tersebut, petugas kemudian melakukan  pemetaan dan penyelidikan tempat-tempat yang diduga menjadi tempat pemberhentian bus tersebut.

“Pada keesokan harinya, Jumat, sekira pukul 09.00, tim kami melihat seorang perempuan turun dari bus di depan RS Panti Waluyo Surakarta. Setelah itu wanita tersebut manaiki mobil menuju sebuah indekos dan diikuti oleh petugas kami, setelah sampai di kos kemudian dilakukanlah penangkapan,” ujar Kepala BNNP Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo, Selasa (10/10).

Setelah dilakukan penangkapan, petugas kemudian menggeledah Ayu dan menemukan sabu seberat 100 gram di dalam tasnya. “Kami juga melakukan interogasi awal, Ayu ini mengaku disuruh oleh temannya ENT untuk mengambil sabu di Jakarta,” imbuh Tri Agus.

Selain itu, petugas juga mendapat keterangan bahwa ENT ini juga tinggal satu kos bersama AYU. Kemudian petugas juga melakukan penangkapan terhadap tersangka ENT dan melakukan penggeledahan di kamarnya. Saat penggeledahan, petugas menemukan sabu seberat 30 gram dan dua buah timbangan digital yang disimpan di dalam almari.

“Kedua tersangka ini kemudian kami amankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkap Tri Agus.
Belakangan diketehui, tersangka ENT mengaku dikendalikan oleh penghuni Lapas Kedungpane bernama Sutrisno alias Babe alias Kokoh. Kokoh sedang menjalani masa hukuman dengan vonis 31 penjara atas kasus yang sama selama tiga kali.

Atas perbuatannya, kini mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 Subsider Jo Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2019 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (fen)

Ini Menarik!

Gerindra Bakal Umumkan Cagub Jateng Pekan Depan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Nama calon gubernur (cagub) yang akan diusung Partai Gerakan …

Silakan Berkomentar