Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Dua Pelajar Korea ‘Menikah’ ala Adat Jawa di Kendal

Dua Pelajar Korea ‘Menikah’ ala Adat Jawa di Kendal

image
Prosesi pernikahan dalam adat Jawa yang diperagakan pelajar asal Korea. Foto Metro

KENDAL – Dua pelajar Korea ini begitu luwes memeragakan prosesi pernikahan ala adat Jawa. Meski canggung namun keduanya semangat memperagakan satu-persatu prosesi pernikahan Jawa Kendal.

Kedua pelajar yang bernama Kong Ki Boem dan Seo Yang Hea memerankan pasangan pengantin yang akan dipertemukan melalui prosesi adat jawa. Sementara teman-temannya memerankan kedua orang tua pengantin lengkap dengan pakaian adat jawa juga.

Didampingi Paguyuban Karabat Karaton Wewengkon Kendal Bahureksan, prosesi temu pengantin Jawa Kendal ini dilaksanakan dengan baik. Kedua pasangan pengantin diarahkan untuk memeragakan prosesi mulai dari berjalan hingga berdampingan di pelaminan.

Prosesi diawali dengan pengantin laki-laki yang disambut keluarga pengantin perempuan, pengantar temu pengantin sendiri masih menggunakan bahasa jawa namun pelajar yang memerankan pengantin ini diarahkan oleh penerjemah agar bisa melaksanakan prosesi dengan lancar.

“Pelajar Korea Selatan ini tertarik dengan budaya jawa khususnya Kendal yang sarat dengan makna. Memilih prosesi pengantin karena setiap manusia akan melakoni prosesi pengantin meski dengan adat yang berbeda-beda,” jelas KRA Hamaminata Nitinegara, Ketua Paguyuban Karabat Karaton Wewengkon Kendal Bahureksan, Rabu (13/8/2014) siang.

Sementara itu ketua rombongan pelajar Korsel, Lee Jeongki mengatakan kebudayaan jawa itu indah serta beragam dengan budaya. “Prosesi yang beragam dan penuh makna inilah yang menjadi perhatian pelajar korea selatan hingga mencoba langsung berperan sebagai pengantin dan keluarganya dan memperagakan satu-persatu rangkaian adat tersebut,” ujarnya yang didampingi penerjemah dari LPK Jinju.

Selain sebagai wahana belajar budaya, pelajar Korsel ini bertukar pikiran dengan pelajar Kendal. Meski prosesi pernikahan adat jawa Kendal ini dilakukan sesuai dengan tradisi, namun pemeran pengantin hanya bohongan karena mereka masih berstatus pelajar. (MJ-01)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar