Dua Napiter Perempuan Ikut Dipindah dari Nusakambangan

CILACAP – Sebanyak 58 narapidana tindak pidana terorisme (napiter) dipindahkan dari tiga Lapas di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (20/5). Jumlah masing-masing napiter yakni 25 orang Lapas Kelas 1 Batu, 24 dari Lapas Kelas 2A Pasir Putih dan 9 napiter Lapas kelas 2A Besi.

Proses pemindahan napiter Nusakambangan, Minggu (20/5). Foto: metrojateng.com

Koordinator Lapas Nusakambangan yang juga Kalapas Batu, Hendra Eka Putra mengatakan, pihaknya mendapat perintah dari kementerian untuk pemindahan disertai data napiter berdasarkan nama. “Status mereka masih tahanan, belum putus (Inkracht),” ungkapnya.

Hendra menuturkan, dari semua napiter itu, ada juga dua napiter perempuan beserta bayinya yang sebelumnya dipindah dari Mako Brimob.

“Mereka dari beberapa lapas, jadi saya belum bisa pastikan apakah mereka semua yang terlibat dalam insiden mako Brimob atau bukan,” ujarnya.

Napiter tersebut dipindahkan menggunakan 5 bus milik Brimob yang menjemput langsung dari tiga lapas di Nusakambangan sekitar Pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: 58 Napiter Nusakambangan Dipindah ke Gunung Sindur

Demi melakukan pengamanan dalam proses pemindahan, jajaran Polres Cilacap dan Kodim 0703 menyiapkan sekurang-kurangnya 600 personel untuk berjaga dari Lapas hingga perbatasan Banyumas.

“Kami hanya melakukan pengaman penyerahan dari Lapas kepada tim yang hari ini telah tiba dari BNPT termasuk Densus dan Brimob Mabes Polri,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan napiter tersebut dipindah ke Rutan Gunung Sindur Jawa Barat. Ade Kusmanto, Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS, Kemenkumham, beralasan pemindahan para napiter itu untuk mempermudah proses persidangan yang akan dijalani di salah satu pengadilan negeri yang ada di Jawa Barat. (MJ-26)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 6

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.