Home > HEADLINE > Dua Napi dari LP Nusakambangan Ditemukan Saat Mencari Makanan

Dua Napi dari LP Nusakambangan Ditemukan Saat Mencari Makanan

MAGELANG – Setelah berhasil menangkap Syarjani, tim gabungan Lapas Nusakambangan di Cilacap kembali menangkap M Husein, napi narkotika yang kabur pada 21 Januari lalu. Husein ditangkap pada Rabu (1/2) pagi di dekat lapangan tenis masih di Nusakambangan.

    “Jadi dua-duanya sudah berhasil kita tangkap semua dan sekarang kita tempatkan di ruang isolasi,” kata Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM, Soetrisman usai memberi pengarahan tentang Peningkatan pengamanan bagi Kepala UPT dan petugas pemasyarakatandi Lapas kelas II A, Kota Magelang, Rabu (1/2).

    Soetrisman mengatakan, M Husein yang merupakan napi pindahan dari Cirebon satu bulan lalu, berhasil ditangkap pukul 04.45 Wib. Untuk Syarjani di tempatkan di lapas besi, sedangkan Husein di Lapas Batu dengan penjagaan ekstra ketat.

    Kedua napi yang kabur ini sedang dalam pemeriksaan guna penyelidikan motif dari ulah kaburnya.”Kita sedang periksa apa motif mereka kabur dari penjara,”kata Soetrisman.

    Namun saat ini petugas belum bisa mengorek keterangan dari keduanya,mengingat kondisi mereka masih lemas dan masih di tempatkan di sel isolasi.

    Soetrisman mengemukakan, kalau keduanya berhasil ditangkap berkat kerja keras dan kerjasama semua pihak. “Kami yakin keduanya masih berada di lokasi Nusakambangan dan tidak jauh dari lokasi. Mengingat medan Nusakambangan yang penuh lumpur dan hutan lebat,” paparnya.

    Selain itu, tim juga mengira kalau mereka belum jauh dari lapas dan sedang mencari makan, mengingat di sekitar lapas banyak gubug-gubug untuk istirahat para penderas nira.

    Dia menjelaskan, tim gabungan berhasil mendeteksi keberadaan pelaku dengan cara-cara tertentu. Sejak keduanya diketahui kabur, tim langsung bergerak mencari keberadaan napi tersebut. Semua lini diperiksa sampai kemudian menemukan keduanya.

    Disebutkan, Husein dihukum sejak tahun 2015 lalu karena kasus Narkoba dan mendapat vonis hukuman seumur hidup. Pria asal Aceh itu juga dikenal sebagai bandar narkoba.

     Atas perbuatannya yang kabur dari penjara ini, Husein dipastikan akan mendapat hukuman disiplin yang sudah diatur. Selain itu hak-hak dia sebagai napi juga dicabut, seperti tidak boleh dijenguk oleh keluarganya. 

    Di dampingi Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Bambang Sumardiyono dan Kalapas IIA Magelang, Budi Sarwono, Soetrisman menegaskan, atas kejadian ini,  pihaknya akan  mengevaluasi sistem keamanan dan teknologi yang ada di Lapas Nusakambangan secara keseluruhan. Termasuk mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) yang dinilai masih kurang dari sisi jumlah.

    Di Lapas yang dihuni Sarjani dan Husein hanya dijaga 6 orang dari idealnya 20 orang. Kondisi itu menyebabkan ada titik-titik kosong yang menjadi kelemahan. 

    Ke depan, janjinya, sistem keamanan yang lebih baik pasti akan ditambah, termasuk kecanggihan teknologinya. Meskipun di Lapas itu sudah ada CCTV dan X-Ray yang mendukung penjagaan.

    Kasubag Humas  Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Syarpani menambahkan, kedua napi itu bisa kabur karena memanfaatkan situasi. 

    Disebutkan, Lapas batu sedang dalam proses pembangunan dan kekuatan penjagaan saat itu hanya ada 5 orang. Sehingga ada kelengahan di pos tertentu. “Mengetahui petugas yang tidak lengkap dimanfaatkan oleh kedua napi itu untuk melarikan diri dengan memanjat tembok setinggi 5 meter,” ujarnya.

    Saat ini, latar belakang kaburnya dua napi ini sedang di investigasi oleh tim yang dibentuk Kemenkumham Kanwil Jateng.(MJ-24)

Ini Menarik!

PSMP vs PSIS: Momentum Bangkit

Share this on WhatsApp BANDUNG – PSIS mengincar poin penuh atas PS Mojokerto Putra pada …

Silakan Berkomentar