Dua Mobil Super Irit Mahasiswa UNS Dikirim ke Singapore

Rektor UNS, Ravik Karsidi melihat dua prototipe mobil irit buatan mahasiswa UNS yang akan ikut sertakan ke kompetisi ICE di Singapore, Senin (19/2). (Foto: Metrojateng.com/MJ-25)

SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) mengirimkan 2 (dua) tim untuk berlaga di kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2018 di Singapura pada tanggal 8 -11 Maret 2018. Kedua tim, yakni Bengawan Team 1 dengan bahan bakar gasoline dan Bengawan Team 2 dengan bahan bakar diesel. Kedua tim tersebut akan mengikuti kompetisi dalam kategori ICE (Internal Combustion Engine).

General Manager Bengawan Team UNS, Aulia Madjid mengatakan ada dua prototipe mobil yang diikutkan berkonsep “Urban Concept”. Di mana masing-masing prototipe memiliki ciri khas yakni urban diesel dan urban gazoline (bensin). Kedua prototiper tersebut memilih mesin yang berbeda, untuk prototipe gazoline menggunakan mesin Yamaha Z1, sedangkan prototipe diesel memakai mesin pemotong rumput 150cc.

“Kita bongkar untuk jadi prototipe yang lebih efisien, dan ringan. Kurang lebih 12 bulan, waktu yang dipetakan. 4 bulan untuk body dan 4 bulan buat chasis dan memasang ke body, terus 4 bulan terahir memasang mesing dan finising,” ujar saat ditemui wartawan, Senin (19/2).

Kedua mobil memiliki bobot sekitar 120 kg untuk prototipe solar, dan 105 kg untuk prototipe gazoline. Kedua prototipe tersebut bisa melaju sejauh 350 km / liter. Menurut Aulia, dana yang dikeluarkan untuk membuat dua prototipe tersebut mecapai Rp 200 juta, di mana dana berasal dari UNS dan sponsor. ” Di kompetisi nanti penilaian juri ada pada aspek hemat energi dan juga safety riding,” imbuhnya.

Sementara itu, dikesempatan yang sama Rektor UNS, Ravik Karsidi merasa bangga dengan keikutsertaan kedua tim tersebut di ajang Internasional untuk kedua kalinya. Ia berharap kali ini tim UNS bisa meraih podium 1.

“Kita doakan supaya tim UNS ini bisa meraih juara satu, dan mahasiswa jangan takut soal biaya. Karena universitas akan menanggung semua biaya tersebut untuk prestasi mahasiswa UNS,” katanya.

Shell Eco-marathon merupakan kompetisi yang disponsori oleh Shell untuk para pelajar atau mahasiswa di seluruh dunia, di mana mereka harus membuat kendaraan dengan efisiensi bahan bakar sebesar-besarnya. Beberapa kategori bahan bakar yang digunakan meliputi ICE (Internal Combustion Engine), Hydrogen dan Battery Electric. Kompetisi ini dilakukan secara tahunan di Asia, Eropa dan Amerika, dan pemenang dari masing-masing regional akan dikompetisikan dalam Drivers’ World Championship.

Sebelumnya di tahun 2017, tim UNS berhasil menempati posisi empat dalam kategori ICE, serta berhasil finish di posisi kedua di dalam Drivers’ World Championship Asia 2017 yang kemudian membawa tim berkompetisi di Drivers’ World Championship di London, Inggris. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

30 + = 34

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.