Home > JATENG RAYA > Dua Minggu Giat Razia, Satpol PP Sita 250 Botol Miras

Dua Minggu Giat Razia, Satpol PP Sita 250 Botol Miras

KENDAL – Petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kendal menyita 250 botol minuman keras berbagai merk dalam razia untuk menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat serta penegakan Perda terhadap peredaran miras.

Kepala Satpol PP Kendal, Subarso melalui Kasi Pengendalian dan Operasi Puji Sumaryono mengatakan operasi selama dua minggu tersebut dilakukan di empat titik lokasi yang berbeda dalam rangka penegakan Perda nomor 4 tahun 2009 tentang Minuman Keras.

“Dari operasi di empat lokasi seperti Patebon, Sukorejo, Pageruyung, Rowosari tersebut, kita berhasil sita sebanyak 250 botol minuman keras dari berbagai jenis dan merk,” katanya.

Dijelaskan, dari sebanyak 250 botol miras tersebut diantaranya seperti Bir Bintang, Voodka, Anggur Cap tiga orang, Proost, Ciu dan arak. Menurutnya, peredaran penjualan miras dianggap sudah meresahkan masyarakat.

“Harga miras yang mudah terjangkau serta untuk mendapatkan barang haram itu lebih mudah didapat. Berdasarkan pantauan setiap botol miras jenis bir bintang hanya Rp 30 ribu, sedangkan miras ciu atau arak 50 ribu,” tandas dia pula.

Puji menyatakan berdasarkan pantauan dan pengawasannya, peredaran miras sampai saat ini sudah merambah ke wilayah pedesaan. Bahkan, tak tanggung-tanggung penjual miras hampir banyak ditemui di setiap desa.

“Kebanyakan dari mereka adalah pedagang baru, meski diantaranya ada juga yang kita temukan pemain lama. Yang lebih parah lagi, rumah penjual miras ini berhadapan dengan Mushola dan lingkungan sekolah seperti SD dan SMP,” terangnya.

Dia menambahkan, giat operasi miras  yang dilaksanakan beberapa hari kemarin yang lebih parah lagi ditemukan di daerah Rowosari Tawang Gempolsari. Pasalnya, kebanyakan konsumen adalah para nelayan dan anak-anak sekolah usia belasan tahun.

“Di daerah tersebut kebanyakan nelayan, sebagian lagi adalah anak-anak usia belasan tahun yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Biasanya kalau yang mengkonsumsi generasi muda, membeli miras dengan cara patungan,” imbuh Puji.

Sementara itu, beberapa pedagang miras yang nantinya akan dikenai sanksi sebab telah melanggar perda nomor 4 tahun 2009 tentang peredaran minuman keras. Mereka yang kedapatan menjual miras akan disidang tindak pidana ringan (Tipiring,Red).

“Bagi penjual miras akan dikenai sidang pro yustisi terkait penyalahgunaan dan peredaran miras. Dengan denda maksimal 5 juta dan hukuman 3 bulam kurungan,” pungkasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Motorola Beri Harga Khusus Akhir Tahun

Share this on WhatsApp SEMARANG – Di penghujung tahun 2017, Motorola Indonesia menggelar promo bertajuk …

Silakan Berkomentar