Home > JATENG RAYA > Dua Hari Berturut-turut, Dua Orang Tewas Mengenaskan di Magelang

Dua Hari Berturut-turut, Dua Orang Tewas Mengenaskan di Magelang

ilustrasi

MAGELANG – Dua kejadian di Kabupaten Magelang selama dua hari berturut-turut, menyebabkan dua orang meninggal dunia. Pada Sabtu (21/1) lalu, seorang mahasiswa UMY tewas jatuh ke jurang, saat sedang melakukan pendakian di Gunung Sumbing. Minggu (22/1), seorang penduduk Bandongan Kabupaten Magelang tewas tercebur sumur.

    Kepala BPBD Kabupten Magelang, Edi Susanto mengatakan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bramantyansah, 19, warga Mrisi, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tewas terjatuh dalam pendakian di Gunung Sumbing, Sabtu (21/1).

    Sebelum kejadian, korban  bersama empat temannya sekitar pukul 08.00 WIB, melakukan pendakian di Gunung Sumbing, melalui jalur Butuh, Temanggung, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Kemudian, kurang lebih sekitar pukul 13.00 WIB, korban dilaporkan terjatuh ke jurang yang berbatu dan ada aliran sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter.  

    Kabar jatuhnya korban tersebut, kemudian dilaporkan basecamp ke Yogyakarta. Sekitar  11 orang terdiri dari Basarnas Semarang, SAR Kabupaten Magelang, BPBD Kabupaten Magelang, TNI, POlri dibantu warga sekitar   menuju jurang melalui Pos 2 untuk melakukan evakuasi terhadap korban. 

    Sekitar pukul 15.30 WIB, regu penolong berhasil mengevakuasi korban dari dalam jurang dengan tandu darurat. Saat itu, kondisi korban  mengalami luka di kepala bagian belakang. Namun demikian, setelah berhasil di evakuasi hingga menuju basecamp pada pukul 18.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.Malam itu juga, jenazah korban langsung dibawa menuju ke Yogjakarta.

     Sementara itu, Minggu (22/1), Lutfiyanto (40), warga dusun Kalikebo desa Rejosari Kecamatan Bandongan tewas tercebur sumur. Peristiwa yang terjadi pukul 11.00 itu berada di dusun Dowo desa Rejosari.

    Korban yang juga seorang penggali sumur itu sedang  sedang menguras sumur menggunakan pompa air bersama dengan 2 rekannya . Sumur itu sendiri berada dekat dengan kandang peternakan ayam.

    Setelah seumur itu dibersihkan, pompa air di matikan dan korban dan dua rekannya  mencoba turun untuk melihat ke dasar sumur dengan kedalaman kurang lebih 15 meter. Beberapa menit korban tidak naik dan diperkirakan kehabisan oksigen. Sedangkan dua temannya berhasil naik.

    “Dari hasil visum di puskesmas Bandongan, korban meninggal karena keracunan gas,” kata Edi Susanto. (MJ-24)

Ini Menarik!

Pemkab Kampar Pelajari Kawasan Industri di Kendal

Share this on WhatsApp  KENDAL – Keberhasilan Kabupaten Kendal mendirikan kawasan industri berskala besar menarik …

Silakan Berkomentar