Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > DPRD: Seleksi CPNS Sistem CAT Tetap Rawan Curang

DPRD: Seleksi CPNS Sistem CAT Tetap Rawan Curang

image
Ilustrasi

SEMARANG – Jawa Tengah berhasil mengajak 9 provinsi di Indonesia untuk membuat aturan baku penindakan kendaraan angkutan barang. Mulai 29 September, kendaraan angkutan barang yang berat muatannya melebihi 25 persen dari JBI (jumlah berat yang diijinkan), dilarang jalan.

Aturan disepakati oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Kesepakatan ini diperkuat Menteri Perhubungan yang menerbitkan Surat Edaran Nomor: A.J.004/1/9/DRJD/2014 tanggal 15 Sept 2014 perihal Penindakan Pelanggaran Muatan Lebih Angkutan Barang di Jembatan Timbang (JT).

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan, Menurut Urip, regulasi ini diusulkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menertibkan angkutan barang yang melebihi muatan. Regulasi harus dilaksanakan serentak di 10 provinsi agar tidak timbul kecemburuan pengusaha angkutan antardaerah.

Hasil kesepakatan 10 provinsi menyatakan, setiap angkutan barang masuk JT akan ditimbang, Jika muatan melebihi 25 persen dari JBI akan ditilang dan kendaraan tidak boleh jalan. “Harus putar balik ke arah asal,” katanya.

Sebelum pelaksanaan, Dishubkominfo menggelar sosialisasi dari 8 September hingga 14 September. Kemudian per 15 September, mulai diterapkan pemberian surat peringatan untuk pelanggar dan per 29 September dilaksanakan penindakan full.

Urip melanjutkan, truk yang melebihi toleransi 25 persen diharuskan putar arah. Muatan yang berlebih tidak bisa diturunkan karena rata-rata JT tak punya fasilitas gudang atau area parkir memadai.(MJ-03)

Ini Menarik!

Belum Jelas Pindah, Pedagang Terminal Terboyo Pilih Tutup

  SEMARANG – Belum jelasnya penutupan Terminal Terboyo dan kepindahan bus Antar Kota Antar Provinsi …

Silakan Berkomentar