DPRD Kendal Minta KIK Rekrut Putra Daerah

??

ilustrasi

KENDAL – Berdirinya Kawasan Industri Kendal (KIK) di Kaliwungu Kendal akan mendatangkan tenaga kerja yang cukup banyak. Tidak hanya dari lokal Kendal dan sekitarnya, diperkirakan tenaga dari luar negeri juga akan bekerja di kawasan industri ini. Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Kendal bisa melakukan kontrol dan seleksi kemungkinan masuknya tenaga asing.

“Jika bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal maka sebaiknya menggunakan tenaga lokal jika perlu putra daerah,” ujar anggota Komisi A DPRD Propinsi Jawa Tengah, Benny Karnadi saat melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Kendal, Rabu (25/01).

Benny menambahkan, untuk Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan bekerja di KIK merupakan tenaga ahli khusus yang tidak dimiliki oleh perusahaan yang akan mendirikan pabrik di KIK. “Kalau kami amati dari pemaparan pihak Pemkab Kendal tenaga ahli yang akan didatangkan merupakan tenaga ahli yang memiliki pengetahuan khusus, jadi memang tidak bisa digantikan, yang penting bagi kami jika tenaga umum diharapkan jangan dari tenaga asing apalagi tenaga dari Tiongkok yang saat ini banyak dikabarkan masuk Indonesia,” ujar Benny.

Pihaknya juga mengharapkan selalu dilakukan pengecekan terhadap perijinan tinggal di Indonesia terhadap tenaga asing tersebut. Jangan sampai tidak sesuai peruntukannya. “Jika tenaga asing yang tinggak di indonesia, ijin tingganya harus sesuai, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari atau sampai di deportasi terkait hal tersebut karna juga akan mengganggu aktifitas perusahaan,” lanjutnya.

Sementara itu terkait maraknya pemberitaan tenaga kasar asal tiongkok Benny mengatakan sejauh ini di Jawa tengah aman-aman saja. Menurutnya tidak ada tenaga kerja asal tiongkok yang berada di Jawa Tengah.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Kendal Ferinando RAD Bonnay mengatakan akan selalu memantau keberadaan enaga asing. Setiap tiga bulan pihaknya bersama Kejaksaan dan instansi terkait melakukan pemantauan tenaga kerja yang ada di Indonesi khususnya di Kendal. “Meski KIK belum beroparasi namun di Kendal sudah banyak tenaga asing yang bekerja di beberap perusahaan, selama ini masih sesuai dengan perijinan mereka dan tidak ada yang menyalahi,” ujar Ferri. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.