Home > JATENG RAYA > DPRD Demak Soroti Penyelenggaraan UNBK SMP

DPRD Demak Soroti Penyelenggaraan UNBK SMP

ilustrasi UNBK

DEMAK – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat menjadi sorotan kalangan DPRD. Hal itu lantaran banyak sekolah yang tidak mampu memenuhi standar sarana dan prasarana.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Demak, Syafii meyampaikan bahwa UNBK sang memberatkan sekolah. Sebab, banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasaranan lengkap.

“Rata-rata sekolah hanya memiliki satu sampai dua laboratorium komputer. Dan jumlah komputernya juga belum sesuai dengan standar UNBK,” papar dia, Selasa (2/5/2017)

UNBK dapat dilaksanakan secara maksimal, lanjutnya, jika pemerintah menyediakan kebutuhannya. Diantaranya ruangan, komputer, serta SDM ahli teknologi komputer.
“Kalau UNBK sudah menjadi program, seharusnya pemerintah menyediakan sarana dan prasarana sesuai standar. Kalau tidak, sekolah terbebani,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak, Anjar Gunadi menuturkan, Kabupaten Demak, UNBK tingkat SMP dari 7 SMP dan 9 MTs yang laksanakan UNBK hanya satu sekolah yang dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Sedangkan yang lain, memanfaatkan sarana dan prasarana SMA atau SMK.

“Satu sekolah yang sudah mandiri yakni SMPN 2 Demak, yang lain nebeng, SMPN 5 Demak misalnya nebeng di SMKN 2 Demak, dan beberapa lainnya juga,” ujarnya.

Dipaparkannya, masih ada 76 SMP dan 119 MTs yang masih melaksanakan Ujian Nasional dengan Kertas dan Pensil (UNKP). Sedangkan Peserta diikuti 2675 siswa.

“SMP ada 6954 siswa dan MTs ada 8550, jadi masih banyal yang berbasis kertas dan pensil,” tambah Anjar.

Dia menjelaskan jumlah UNBK belum banyak lantaran tiap sekolah terkendala oleh sarana yang utamanya adalah jumlah komputer hingga ruangan komputer.

“Nah kendalanya adalah pemerintah pusat mengusulkan UNBK namun tidak dibarengi dengan anggaran yang turun jadi susahnya ya gini, di lain sisi, sekolah kan juga dilarang meminta pungutan,”  tuturnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMP 2 Dempet mengatakan bahwa pihaknya tetap memilih UNKP karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kami memakai UNKP, karena hanya memiliki satu ruang komputer dengan jumlah komputer yang terbatas. Tahun ini ada 266 peserta ujian,” tandasnya.(MJ-23)

Ini Menarik!

Pemkab Kampar Pelajari Kawasan Industri di Kendal

Share this on WhatsApp  KENDAL – Keberhasilan Kabupaten Kendal mendirikan kawasan industri berskala besar menarik …

Silakan Berkomentar