Home > JATENG RAYA > DPC PPP Kendal Siapkan Tiga Nama PAW

DPC PPP Kendal Siapkan Tiga Nama PAW

ilustrasi

KENDAL – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal sudah menyiapkan tiga nama untuk menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW).  salah satu kader Parpol berlambang ka’bah, M Taufiqullah karena meninggal dunia.

Tiga nama tersebut yakni Abu Suyudi, Ahmad dan Muhammad Khafidzin. Ketiganya merupakan calon legislatif (caleg) di daerah pilihan (dapil) I Kendal dari PPP dengan porelahan suara tiga tertinggi setelah Almarhum Taufiqullah pada Pilleg 2014 lalu.

“Tiga nama tersebut kami usulkan melalui Sekretartiat DPRD Kendal, untuk selanjutnya nanti akan dikonsultasikan dan diverifikasi datanya oleh KPU Kendal. Baru dari tiga nama tersebut nantinya akan ditetapkan yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan dalam peraturan perundangangan tentang mekanisme PAW,” kata Ketua DPC PPP Kendal, Muhammad Mustamsikin.

Sedangkan perihal yang akan menggantikan jabatan M Taufiqullah sebagai Wakil Ketua DPRD Kendal, Mustamsikin mengaku tidak terlalu ikut campur untuk menentukannya. Ia justru menyerahkannya pada empat kadernya yang masih duduk di kursi legislatif. Yakni M. Tohir, Ali Ahmadi, Maberur dan Mastur.

“Biar mereka dirembug sendiri saja. saya tidak mau ikut campur, perinsipnya mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan. Siapa yang mau menempati posisi Wakil Ketua DPRD terserah, saya terima matengnya saja,” akunya.

Hal itu lantaran Mustamsikin masih tergolong baru menjabat sebagai Ketua DPC PPP setalah pada 15 Januari lalu dilantik. Sebagai Ketua DPC, Mustamsikin menargetkan dari lima kursi legislatif sekarang, pada Pilleg 2019 mendatang bisa mendapatkan delapan kursi di DPRD Kendal.

Perihal peluang dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati pada pemilihan bupati 2021 nantinya, pihaknya belum terlalu jauh berfikir kesana. Hal itu lantaran politik di Kendal menurutnya cukup dinamis. “Saya tidak tahu peta politik kedepan itu nantinya akan seperti apa. Jadi jalani yang terbaik saja dulu,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, DPRD. Pada pasal 405 ayat 1 menyebutkan tiga poin yang dapat mengakibatkan anggota DPRD Kabupaten/kota berhenti atau di PAW.

Pertama, yakni keanggotannyanya berakhir karena meninggal dunia, kedua karena permohonan pengunduran diri anggota DPRD maupun parpol dan ketiga karena diberhentikan. “Prosedur pengusulan PAW sesuai peraturan memang harus diusulkan oleh pimpinan parpol,” katanya. (MJ-01)

Ini Menarik!

PSMP vs PSIS: Momentum Bangkit

Share this on WhatsApp BANDUNG – PSIS mengincar poin penuh atas PS Mojokerto Putra pada …

Silakan Berkomentar