Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > DJP Jateng I Imbau Wajib Pajak Tempuh PAS-Final

DJP Jateng I Imbau Wajib Pajak Tempuh PAS-Final

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I Irawan menyampaikan informasi terkait Peraturan Menteri Keuangan No 165 Tahun 2017 yang mengimbau wajib pajak untuk melakukan pengungkapan aset secara sukarela dengan tarif final (PAS-Final) pasca amnesti pajak. (Foto: metrojateng.com/ Anggun Puspita)
SEMARANG- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah I mengimbau wajib pajak untuk menempuh pengungkapan aset secara sukarela dengan tarif final (PAS-Final). Upaya ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 165 Tahun 2017 (PMK 165) yang merupakan revisi dari PMK No 118 Tahun 2016 terkait pelaksanaan Undang-Undang No 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak.
”PMK 165 ini terbit 17 November 2017 dan diundangkan 20 November 2017. Sesuai dengan butir-butir penimbang, PMK 165 memberikan keadilan, pelayanan, kemudahan dan mendorong kepatuhan wajib pajak dalam rangka amnesti pajak,” ungkap  Senin (27/11).
PMK 165 dapat digunakan dalam prosedur perpajakan wajib pajak yang melaporkan aset tersembunyi sebelum aset tersebut ditemukan oleh Ditjen Pajak. ”Dengan adanya PMK 165, wajib pajak yang belum mengikuti amnesti pajak dan wajib pajak yang sudah melakukan amnesti pajak tetapi masih ada harta yang disembunyikan, bisa segera melakukan pelaporan hartanya tanpa dikenakan sanksi,” kata Irawan.
Namun, lanjut dia, apabila ternyata wajib pajak belum melaporkan juga dan pada prosesnya DJP menemukan hartanya, maka DJP akan membuat surat perintah pemeriksaan dan sanksi akan tetap dikenakan.
Dalam menempuh PAS-Final, wajib pajak dapat menyampaikan surat pemberitahuan masa PPh Final dilampiri dengan surat setoran pajak dan kode akun pajak 411128 dan kode jenis setoran 422 ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.
Irawan menyampaikan, prosedur PAS-Final ini hanya dapat dimanfaatkan selama Ditjen Pajak belum menerbitkan surat perintah pemeriksaan (SP2) Pajak sehubungan dengan ditemukannya data aset yang belum diungkapkan. Adapun, aset yang dapat diungkapkan adalah aset yang diperoleh wajib pajak sampai dengan 31 Desember 2015 dan masih dimiliki pada saat tersebut. (ang)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar