Dites Urin, Pegawai Pemerintahan Kendal Kebingungan

 

tes urin pegawai pemerintahan kendal
ASN dilingkungan Pemkab Kendal antre menyerahkan urin untuk diperiksa petugas BNN Kendal. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) nampak kebingungan saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak), tes uji narkoba lewat urine, Senin (12/3) pagi. Sebanyak 200 ASN dites urin di halaman Gedung C Setda Kendal usai apel pagi.

Mereka diminta berjajar antre untuk melakukan tes urin secara dadakan itu. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kendal, Sapto Nugroho mengatakan tes urin ini ditujukan untuk mengetahui betul secara murni apakah ada ASN yang menyalahgunakan narkoba atau tidak.

“Tes uji narkoba ini kami gelar atas permintaan dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Inspektorat Kendal,” ujarnya.

Tes ini masih akan berlanjut, yakni dengan tempat dan sasaran yang berbeda. Sebab 2018, BNN akan menyasar 1.000 ASN dengan melakukan tes urin. “Waktu dan tempatnya masih kami rahasiakan. Karena tes urin ini sifatnya dadakan,” jelasnya.

Terkait hasil tes urin, ia mengatakan tidak bisa membeberkan. Hasil pemeriksaan akan diserahkan kepada Sekda ataupun Bupati Kendal sebagai pimpinan tertinggi. Selanjutnya akan disampaikan kepada pihak yang bersangkutan.

“Kami tidak bisa membeber langsung. Karena berkaca dari pemeriksaan tahun-tahun sebelumnya, ada ASN yang hasil tesnya menyatakan positif menggunakan obat-obatan. Tapi setelah diselidiki, bukan karena mengkonsumsi narkoba melainkan mengkonsumsi karena obat penyakit dalam yang dideritanya,” tambahnya.

Sekda Kendal Mohammad Toha turut dalam antrean pemeriksaan. Ia mengatakan jika pemeriksaan secara mendadak itu atas permintaan Bupati Kendal kepada BNN untuk memeriksa seluruh ASN dalam lingkungan Setda Kendal. “Hal ini dilakukan untuk bahwa ASN di Kendal ini bersih dari Narkoba,” katanya.

Jika ada ASN kedapatan memakai narkoba berdasar hasil tes, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan. Yakni dari teguran sampai pemecatan. “Tapi harus diteliti dulu, karena positif itu bukan karena narkoba. Bisa jadi obat penyakit. Seperti saya dulu juga seperti itu, mengkonsumsi obat batuk jangka panjang, saat dites ternyata positif. Nah itu harus diteliti oleh BNN Kendal,” ungkapnya.

Sementara Kepala Inspektorat, Inspektur Tatang Iskandariyanto mengatakan, selain ASN di Setda Kendal, ter urin juga dilakukan pada ASN di bagian inspektorat. “Tujuannya untuk pembersihan ASN di Setda maupun inspektorat dari narkoba,” katanya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

48 − = 38

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.