Ditarget Kelar 2021, Pemkot Minta Kebut Raperda SPAM Semarang Barat

SPAM Semarang Barat
ilustrasi

SEMARANG – Pemkot Semarang meminta percepatan pembahasan raperda KPBU (Kerjasama Pemerintah bersama Badan Usaha) Spam Semarang Barat oleh DPRD setempat. Proyek Spam Semarang Barat ini merupakan program strategis nasional yang sangat penting untuk penyediaan air baku yang saat ini belum dimiliki oleh Semarang.

‘’Kita mengajukan raperda KPBU Spam Semarang Barat yang karena sangat mendesak diharapkan dewan dapat membahasnya secara intensif. Spam Semarang barat ini juga termasuk program strategis nasional yang perlu ada percepatan-percepatan. Itu kesimpulannya,’’ kata Penjabat (Pj) Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang M Farchan, usai rapat dengan Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Semarang, Senin (19/3).

Farchan menuturkan, Spam Semarang Barat ditargetkan dapat mengaliri 60 ribu – 70 ribu pelanggan di wilayah Semarang bagian barat, yang meliputi Kecamatan Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan serta kawasan industri yang ada di tiga kecamatan tersebut.

Sumber air Spam Semarang Bararat berasal dari Waduk Jatibarang dengan kapasitas 1000 liter/detik. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga wilayah kecamatan itu.

‘’Sumber air yang sekarang mengaliri 3 kecamatan itu yaitu dari Intalasi Pengolah Air (IPA) Kudu dan Kaligarang, setelah Spam Semarang Barat beroperasi kemudian nantinya digunakan hanya untuk menyediakan air baku di Semarang bagian tengah dan utara,’’ terangnya.

Dijelaskan, proyek fisik Spam Semarang Barat ini targetnya dapat selesai tahun 2021. Sebab kondisi ril kebutuhan air bersih di Semarang bagian barat saat ini belum tercukupi dengan sumber air baku yang sudah ada yaitu IPA Kudu dan Kaligarang.

‘’Makanya kalau ada yang bicara air di Semarang itu crat-crit crat-crit, karena memang air bakunya saja tidak ada. Karenanya Spam Semarang Barat ini momentum untuk menjawab kebutuhan air baku di Semarang,’’ katanya.

Di dalam raperda Spam Semarang Barat tersebut, lanjutnya, ada beberapa hal yang menjadi catatan pihaknya. Di antaranya nantinya ada larangan pengambilan air tanah dan penyesuaian tarif air bersih ketika Spam Semarang Barat sudah beroperasi.

Selain itu di dalamnya akan mengatur pembentukan Badan Usaha Pelaksana yang akan dibutuhkan ketika proyek ini selesai. Sebab nantinya investor yang akan melakukan operasionalisasi spam selama 25 tahun. Serta mengatur tentang penjaminan proyek.

‘’Penyesuaian tarif akan dibahas dalam raperda karena yang saat ini sangat rendah. Di Tegal saja sudah Rp 6000 tapi di Semarang hanya 3.800. tapi satu sisi kita menyadari penyediaan kebutuhan air baku memang belum ada. Kinerja kami belum maksimal,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.