Dimakamkan, Jenazah Bocah Positif Difteri Dimasukkan Peti Steril

SEMARANG – BN, bocah 12 tahun yang meninggal dunia akibat terjangkit difteri, telah dimakamkan pada Kamis malam (19/7) kemarin. Aiptu Imam Sutiyono selaku Babinsa Genuksari mengaku sudah takziyah ke rumah duka bersama Lurah Genuksari Sutrisno dan perangkat kelurahan lainnya.

Bangsal anak RSUP Dr Kariadi tempat merawat bocah yang terinfeksi difteri. Foto: fariz fardianto

“Korban merupakan anak berusia 12 tahun, siswa kelas VI yang tinggal di Kampung Dong Biru RT XI/RW III. Dia sempat dirawat di RSUP Kariadi sejak 16 Juli dan meninggal karena penyakit difteri kemarin sore pukul 16.55 WIB,” katanya, Jumat (20/7).

Ia lantas menjelaskan jenazah bocah malang itu lalu dimakamkan malam harinya di TPU Karangroto. Jenazahnya sudah disucikan kemudian dimasukan dalam peti stiril dan disolatkan di masjid terdekat.

Imam menuturkan ada empat saudara dari BN yang dipastikan tertular difteri. Keempatnya, katanya lagi masih mendapat perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi.

Sementara itu, dr Hapsari, SpA (K), dokter spesialis anak di Bangsal Anak RSUP Dr Kariadi membenarkan informasi mengenai empat saudara BN yang saat ini masih dirawat oleh pihaknya.

“Pasien yang dari Genuksari itu memang sempat mendapat perawatan di sini. Karena dalam keadaan sangat kritis dengan denyut jantungnya harus dipacu dengan alat medis serta toksin atau racunnya sudah masuk ke ginjal, maka yang bersangkutan meninggal di HCU kemarin sore,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hapsari menguraikan bahwa satu saudara BN lainnya bernama RH diizinkan pulang dan wajib menjalani rawat jalan. Kondisi Hanif mulai membaik dan rutin diberi obat oleh pihak RSUP Dr Kariadi. “Dia wajib kontrol kesehatannya kemari,” akunya.

Kendati demikian, dua saudara BN lainnya masih menjalani rawat inap di rumah sakitnya. Kesehatannya saat ini terpantau mulai pulih. Membran pada tenggorokannya berangsur hilang.

“Tinggal satu anak lagi yang masih dirawat isolasi. Kondisinya masih mengkhawatirkan,” paparnya.

Hapsari menyebut kini rumah sakitnya membuka dua ruang isolasi lagi untuk menampung pasien difteri yang jumlahnya membeludak. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 2 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.