Dijebloskan Sel Isolasi, Napi Simpatisan ISIS Akhirnya Meninggal Dunia

SEMARANG – Seorang narapidana yang sejak lama dikenal berafiliasi dengan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kedapatan tewas di Pulau Hantu Nusakambangan, Cilacap. Narapidana atas nama Muhammad Basri, alias Abu Saif itu meninggal dunia akibat menderita penyakit paru-paru akut selama menghuni sel isolasi Lapas High Risk Klas II A Pasir Putih, Nusakambangan.

Ilustrasi. Proses pemindahan napiter Nusakambangan, Minggu (20/5). Foto: metrojateng.com

Kepala Lapas Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan, Muhammad Susani menyatakan, Abu Saif tewas saat diperiksa kesehatannya di ICU RSUD Cilacap. “Meninggalnya Sabtu pukul 22.00 WIB malam kemarin,” ungkap Susani, Minggu (8/7).

Jenazah Abu Saif kini masih tersimpan di kamar mayat RSUD Cilacap. Pihaknya mengaku pemulangan jenazah Abu Saif masih menunggu proses administrasi di rumah sakit tuntas.

“Sudah ada keluarga yang datang untuk menjemput jenazah, masih proses pemulangan,” katanya.

Abu Saif sendiri, bebernya, berasal dari Sulawesi Selatan. Paru-paru akut yang diderita Abu Saif sudah dirasakan sejak lama. Hasil autopsi pun menunjukkan bahwa jenazah mengidap paru akut. Tetapi Abu Saif meregang nyawa juga akibat gagal jantung.

“Menurut medis paru-paru akut dan gagal jantung, Kalau paru-paru biasanya menjadi akut setelah bertahun-tahun,” sergahnya.

Susani lantas menjelaskan ihwal kronologi kematian narapidana terorisme yang dihukum penjara delapan tahun di Nusakambangan itu.

Berdasarkan surat izin berobat bernomor seri W13.PAS.PAS24.PK.01.07.01-84, dan Surat Rujukan Paramedis Lembaga pemasyarakatan Klas IIA Pasir Putih Nusakambangan Tanggal 7Juli 2018 dalam keadaan Darurat, Ketua Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tersebut semula berobat ke RSUD Cilacap pada Sabtu (7/7) pukul 16.15 WIB sore kemarin.

Susani bilang Abu Saif berobat dengan pengawalan oleh rekannya sesama napiter. Tujuannya untuk melakukan check up.

Saat berobat, Abu Saif dalam kondisi sakit-sakitan. “Sempat ditangani serius oleh tim dokter Lapas selama tiga hari terakhir,”.

Kemudian, tiba di RSUD Abu Saif lalu ditangani dokter umum dan dirujuk ke ICU mengingat kondisinya yang sudah parah.

Pukul 21.00 WIB Abu Saif dalam kondisi kritis. “Sekitar pukul 22.00 WIB dinyatakan oleh dokter RSUD bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” paparnya.

Dari riwayat hidupnya, Abu Saif dipenjara karena menjadi simpatisan ISIS. Dalam sidang, ia didakwa telah memberangkatkan anak dan keponakannya ke Suriah.

Abu Saif terakhir menjadi Ketua MIT pasca tewasnya gembong teroris Santoso. Ia divonis penjara oleh hakim PN Jakbar pada 2016 silam. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 72 = 77

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.