Diguyur Hujan Pasir, Warga Desa Tlogolele Mengungsi

BOYOLALI – Sebanyak 463 pengungsi dari Dukuh Stabelan harus mengungsi di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di desa setempat pasca erupsi Gunung Merapi, Jumat (1/6) pagi tadi.

Erupsi Freatik Gunung Merapi yang terlihat di wilayah Teras, Boyolali, Jumat (1/6). Foto: metrojateng.com

Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele , Kecamatan Selo, Boyolali, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan, ada enam dukuh yang diungsikan ke TPPS pasca erupsi freatik yang terjadi sekitar pukul 08.20 WIB.

“Ada satu dukuh harus dikosongkan, yakni Dukuh Stabelan karena jaraknya hanya sekitar 3 kilometer dari puncak Merapi,” ujarnya saat dikonfimasi, Jumat (1/6).

Hujan pasir dan abu vulkanik terjadi di Dukuh Stabelan pasca erupsi freatik, selain Dukuh Stabelan terdapat lima daerah lainnya yakni Dukuh Takeran, Dukuh Belang, Dukuh Gumuk, dan Dukuh Ngadirojo juga mengalami hujan pasir.

“Lima dukuh itu penduduknya diungsikan adalah perempuan, balita, dan lansia,” imbuhnya.

Sementara, secara keseluruhan terdapat 792 pengungsi perempuan dan 800 pengungsi laki laki. Mereka belum diperkenankan kembali ke rumah masing masing karena situasi belum memungkinkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memakai masker agar tidak menghirup abu vulkanik. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 8 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.