Diguncang Gempa 3,6 SR, Warga Blora Berlarian Keluar Rumah

SEMARANG – Setelah Banjarnegara dan Semenanjung Muria, kini gempa bumi berkekuatan 3,6 Skala Richter (SR) giliran mengoyang Kabupaten Blora. Dari informasi yang didapat dari BMKG, guncangan gempa pertama kali dirasakan Sabtu (12/5), pukul 16.59.37 WIB, di wilayah Blora.

Ilustrasi

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono menyatakan gempa berkekuatan 3,6 SR itu berada di titik episenter pada koordinat 7,01 lintang selatan dan 111,28 bujur timur. Tepatnya berlokasi di darat 14 kilometer barat daya Kota Blora pada kedalaman 8 kilometer.

“Dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Ngawen, Tambahrejo, Kunduran, Dersemi, dan Japah dalam skala intensitas II-III MMI,” kata Daryono dalam keterangan yang diterima metrojateng.com.

Gempa kali ini banyak dirasakan warga setempat. Bahkan, beberapa di antaranya sempat berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi itu.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat sesar lokal.

Menurutnya jika ditinjau lokasi episenternya, pusat gempa ini lokasinya berada di sebelah utara zona Sesar Kendeng. Namun demikian untuk memastikan sumber gempa pembangkit gempa ini perlu ada kajian lebih lanjut.

“Gempa ini sangat menarik perhatian, karena selama ini wilayah Blora termasuk zona seismisitas rendah dan sangat jarang terjadi gempa,” tegasnya.

Gempa ini menjadi informasi penting yang menandai aktifnya zona tektonik di wilayah Blora. Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat Blora dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang,” pungkasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.