Beranda KRIMINAL & HUKUM Diduga Terima Rp 600 Juta, Pegawai Data BPN Semarang Resmi Tersangka

Diduga Terima Rp 600 Juta, Pegawai Data BPN Semarang Resmi Tersangka

168
0
BERBAGI
OTT BPN Semarang
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Dwi Samudji (tengah) memberikan keterangan pers. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

SEMARANG – Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, BPN Kota Semarang Windari Rochmawati, ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas Kejari setempat.

Penetapan Windari sebagai tersangka dilakukan pada hari ini. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Dwi Samudji, menyebut tersangka dijerat atas tuduhan pungutan liar dan menerima gratifikasi.

Dwi menyebut Windari melakukan pungli dan gratifikasi sejak Oktober 2017 hingga diciduk Senin, 5 Maret kemarin. “Berkaitan dengan tindak lanjut penyidikan yang kemarin pada saat dilakukan penangkapan, kita tetapkan WR sebagai tersangka,” tegas Dwi.

Pihak kejaksaan, lanjutnya menjerat Windari dengan Pasal 12 e dan Pasal 11 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Dalam pengembangan kasus OTT di kantor BPN, petugasnya mendapati total hang Rp 600 juta dari hasil yang diterima Windari.

Uang tersebut ditemukan di meja kerja rumah kontrakan, mobil, dan tas milik Windari. Pasa Senin kemarin, dari meja dan tangan WR ditemukan uang Rp 32,4 juta.

“Setelah kita amankan, kita lakukan penggeledahan. Ditemukan sejumlah uang perkiraan sejumlah Rp 600 juta. Ini baru sebagian,” papar Dwi saat memberikan keterangan di kantornya, Jalan Abdurahman Saleh, Semarang Barat.

Selain menangkap Windari, tiga orang lainnya masih berstatus saksi. Namun, tidak menutup kemungkinan status mereka berubah sejalan pengembangan penyidikan atas kasus OTT di kantor BPN.

“Siapa pun yang terlibat dan cukup bukti silakan untuk ditetapkan menjadi tersangka,” pungkasnya. (far)