Home > HEADLINE > Didiamkan 3 Bulan, Wakil Wali Kota Tegal Merasa Tak Dianggap

Didiamkan 3 Bulan, Wakil Wali Kota Tegal Merasa Tak Dianggap

image
Wakil Wali Kota Tegal, Nursholeh

TEGAL – Tidak akurnya Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dan Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh bukan isapan jempol. Nursholeh sendiri mengakui bahwa dirinya sudah tiga bulan tidak berkomunikasi dengan wali kota. Ia merasa tidak dianggap sebagai wakil kepala daerah.

Selama tiga bulan itu, tutur Nursholeh, Siti Masitha seperti tidak memiliki wakil. Ketika tidak bisa hadir dalam suatu acara, Siti Masitha memilih mengutus kepala SKPD untuk menggantikannya. Tidak pernah sekalipun mengizinkan Nursholeh untuk mewakilinya. 

“Tidak ada koordinasi dengan saya sebagai wakil wali kota. Kalau acara kedinasan ibu wali kota tidak bisa hadir, yang mewakili ya SKPD terkait atas dasar perintah lisan wali kota,” katanya.

Nursholeh berharap “perang dingin” ini segera diakhiri. Ia mengaku tidak enak hubungannya yang tidak harmonis dengan wali kota telah membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berang. “Saya berharap hal ini segera diakhiri,” tutur pria kelahiran Tegal, 22 Agustus 1957 itu.

Ganjar marah karena Siti Masitha tidak hadir tanpa pemberitahuan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Karesidenan Pekalongan di Pendapa Pemkab Tegal, Jawa Tengah, Kamis, pekan lalu. Wali kota justru menugaskan Kepala Bappeda Tegal Imam Badarudin untuk menyampaikan usulan Musrenbang. Padahal Wakil Wali Kota M Nursholih hadir dan duduk di jajaran kepala daerah lain.

Menurut Ganjar, tindakan itu tidak etis dan inkonstitusional. Seharusnya wakil wali kota yang menyampaikan paparan, bukan kepala Bappeda. Hal itu justru menunjukkan bukti ketidakharmonisan antara wali kota dan wakil wali kota Tegal yang telah menjadi rahasia umum.

“Ini tidak etis dan inkonstitusional, Kalau kerengan ya ora ngono carane. Ada wakil wali kota kok yang paparan Bappeda,” kata Ganjar yang kemudian tidak menanggapi usulan musrenbang Kota Tegal.

Terkait kejadian tersebut, Nursholeh menjelaskan, dirinya memang datang tidak mewakili wali kota. Ia hadir sebagai ketua DPC Partai Golkar Kota Tegal atas undangan dari Sekda Kota Tegal yang ditujukan kepadanya. “Saya sendiri tidak tahu kalau wali kota berada di Jakarta,” ungkap suami dari Endang Aisyah itu.

Awalnya, mantan anggota DPRD Kota Tegal itu duduk di tempat peserta. Namun oleh Gubernur dan Bupati Tegal Enthus Susmono, ia diminta duduk di panggung bersama kepala daerah lainnya.

Hingga akhirnya Ganjar marah dan tidak menanggapi usulan Musrenbang Kota Tegal, Nursholeh mengaku kecewa. “Tentu saja saya kecewa, saya minta setelah peristiwa ini, Ibu wali kota lebih menghagai saya, sebab selama ini saya merasa sama sekali sudah tidak dihargai,” tutupnya. (byo)

Ini Menarik!

​Sopir Mengantuk, Avanza Tabrak Trailer Parkir

Share this on WhatsApp  KENDAL – Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H8646BY ringsek setelah menabrak …

Silakan Berkomentar