Beranda JATENG RAYA Didatangi Penagih Utang, Paman Tusuk Keponakan Perempuan

Didatangi Penagih Utang, Paman Tusuk Keponakan Perempuan

36
0

 

Muhamad Susilo saat diperiksa polisi. (foto: metrojateng/Edi Prayitno)

KENDAL – Kesal karena kerap ditagih debt collector, seorang paman di Kendal tega memukul dan menusuk keponakannya sendiri. Ia adalah Muhammad Susilo, warga Desa Pagerdawung Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Susilo malu lantaran keponakannya kerap terlambat membayar angsuran kredit motor yang berlangsung atas namanya.

Sang keponakan, Erna Juliawati harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Baitul Hikmah. Ia menderita luka lebam dan sobek di bagian perutnya akibat pukulan dan tusukan Susilo. Kepada polisi, Susilo mengaku, Erna turut tinggal bersama dia sejak duduk di SMA. Namun, karena belum memiliki KTP, Erna menggunakan nama Susilo untuk mengajukan permohonan kredit sepeda motor.

“Dua bulan terakhir, angsuran kredit tidak dibayar. Terus terang saya malu kerap ditagih karena sering nunggak. Bahkan didatangi ke rumah untuk menagih angsuran motor,” kata Susilo. Emosinya memuncak karena terus-terusan didatangi penagih utang.

Saat Erna tertidur di dalam kamar, Susilo masuk. Ia mengaku memegang punggung Erna. Erna yang kaget lantas berteriak. Susilo mengaku secara reflek memukul Erna di bagian tengkuk. Erna mencoba kabur, namun Susilo mengejar. Susilo melihat pisau yang tergeletak di depan pintu, lalu mengambilnya, kemudian menusukkan ke perut Erna.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap keponakanya sendiri karena malu. “Namanya jelek karena kredit atas nama dia macet,” jelasnya. Setelah ditangkap, Susilo kemudian menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal. Polisi menduga ada motif lain di samping penganiayaan terhadap Erna. Sementara, Susilo dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan/atau Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (MJ-01)