Dibawa ke Banyumas, Buaya Muara Penghuni †Ponpes Ini Akan Dikawinkan dengan Tiga Buaya Jantan

?

Banyumas – Seekor buaya muara (Crocodylus Porosus) berjenis kelamin betina seberat 300 kilogram yang berhasil dievakuasi dari Ponpes Al Hidayat, Guntur Demak, mulai saat ini telah dirawat di lokasi Penangkaran Buaya F2 Desa Dawuhan Kulon Kecamatan Kedung Banteng, Banyumas.

Menurut Koordinator Polisi Hutan BKSDA Jateng Seksi Konservasi Wilayah II (Cilacap-Pemalang) Rahmat Hidayat, buaya muara yang diperkirakan telah berusia 20 tahun itu akan dikembangbiakan di sebuah kolam yang berisi tiga induk buaya jantan.

“Begitu sampai di Banyumas, buayanya kita lepas ke kolam untuk selanjutnya dikawinkan, kebetulan kita punya tiga ekor, ada yang diberi orang ada juga hasil sitaan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu pagi (12/2).

Ia pun menyatakan lokasi penangkar buaya muara di Desa Dawuhan Kulon memang cukup respresentatif. Selain punya kolam yang besar, ukurannya pun bervariatif sesuai bobot buaya yang akan dikembangbiakkan, mulai ukuran kolam 8×5 meter, 10×6 meter dan 5×4 meter.

Di tiap kolam juga dipasangi terapis besi agar hewan predator itu tidak meloncat keluar. “Kita punya dua penangkar yang ahli di bidang pengembangbiakan buaya muara,” tuturnya.

Sementara Kepala BKSDA Jateng, Suharman, mengatakan setiap warga Indonesia tak boleh sembarangan memelihara buaya muara lantaran hewan tersebut merupakan satwa langka yang dilindungi UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE dan PP No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Kebetulan, pengelola Ponpes Al-hidayat sejak lama ingin menitipkan buayanya ke Kebun Binatang Mangkang, tapi karena jumlah buayanya sudah overload maka akhirnya kita evakuasi ke Banyumas,” ujar Suharman. (far)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

88 − = 86

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.